Kelompok HAM Kritik Skema Pemerintah Inggris Tangani Pengungsi Afghanistan
Senin, 08 Agustus 2022 - 23:09 WIB
loading...
Kelompok HAM Kritik Skema Pemerintah Inggris Tangani Pengungsi Afghanistan. FOTO/Reuters
A
A
A
LONDON - Kegagalan dua skema pemerintah Inggris untuk memukimkan kembali pengungsi dari Afghanistan telah memaksa banyak orang untuk mengambil rute berbahaya untuk mencoba mencapai keselamatan.
Seperti dilaporkan Arab News, Senin (8/8/2022), kebijakan Relokasi dan Bantuan Afghanistan dan Skema Pemukiman Kembali Warga Afghanistan dimaksudkan untuk membantu puluhan ribu orang mencapai Inggris setelah Afghanistan diambil alih oleh Taliban setahun yang lalu.
Baca: Protes Anti Amerika Meletus di 7 Provinsi Afghanistan
Tetapi, pengarahan kepada Parlemen yang menampilkan pernyataan dari 9 kelompok hak asasi manusia (HAM) menggambarkan keduanya sebagai "pembatasan yang tidak dapat dibenarkan". Kondisi ini telah membuat banyak orang terdampar dan menyebabkan peningkatan orang yang mencoba memasuki Inggris secara ilegal.
Pengarahan tersebut, yang disusun oleh kelompok-kelompok HAM, termasuk Human Rights Watch, mengatakan bahwa penerjemah dan guru termasuk di antara mereka yang dikhianati oleh kegagalan skema tersebut.
“Setahun sejak penarikan Inggris dari Afghanistan, skema (ARAP) masih belum berfungsi dengan baik dan dirusak oleh masalah substantif dan prosedural yang sedang berlangsung,” kata briefing itu.
Seperti dilaporkan Arab News, Senin (8/8/2022), kebijakan Relokasi dan Bantuan Afghanistan dan Skema Pemukiman Kembali Warga Afghanistan dimaksudkan untuk membantu puluhan ribu orang mencapai Inggris setelah Afghanistan diambil alih oleh Taliban setahun yang lalu.
Baca: Protes Anti Amerika Meletus di 7 Provinsi Afghanistan
Tetapi, pengarahan kepada Parlemen yang menampilkan pernyataan dari 9 kelompok hak asasi manusia (HAM) menggambarkan keduanya sebagai "pembatasan yang tidak dapat dibenarkan". Kondisi ini telah membuat banyak orang terdampar dan menyebabkan peningkatan orang yang mencoba memasuki Inggris secara ilegal.
Pengarahan tersebut, yang disusun oleh kelompok-kelompok HAM, termasuk Human Rights Watch, mengatakan bahwa penerjemah dan guru termasuk di antara mereka yang dikhianati oleh kegagalan skema tersebut.
“Setahun sejak penarikan Inggris dari Afghanistan, skema (ARAP) masih belum berfungsi dengan baik dan dirusak oleh masalah substantif dan prosedural yang sedang berlangsung,” kata briefing itu.
Lihat Juga :