Mandela wafat, klub malam di Afsel hening seketika

Jum'at, 06 Desember 2013 - 09:38 WIB
Mandela wafat, klub...
Mandela wafat, klub malam di Afsel hening seketika
A A A
Siindonews.com – Ada pemandangan menakjubkan saat berita meninggalnya pahlawan anti-apartheid Afrika Selatan (Afsel), Nelson Mandela meninggal di usia 95 tahun kemarin. Keramaian yang mewarnai, Johanesburg, mendadak berubah menjadi sunyi seketika.

Pemandangan itu terjadi semalam, ketika Presiden Afsel, Jacob Zuma, menyampaikan pengumuman di stasiun televisi, yang ia sendiri tak tega mendengarnya. Yakni, meninggalnya Nelson Mandela.

Sejumlah klub malam dan hiruk pikuk yang menghiasi jantung kota Johanesburg, Afsel, langsung berhenti dan berubah menjadi kesunyian. Mereka yang berada di klub, dan berbagai ruas jalan berbondong-bondong menyaksikan siaran televisi.

”Segera setelah kami melihat Presiden Zuma di televisi, musik berhenti dan semua orang bergegas untuk menonton televisi, mendengarkan apa yang terjadi,” kata Lesego Tsimo, 19, calon mahasiswa yang ada di luar klub malam di Soweto, Johanesburg.

”Orang-orang emosional, beberapa menangis, dan semua orang mulai berbicara tentang Mandela,” ujarnya, seperti dikutip Reuters. “Saya merasa sangat sedih. Saya merasa kewalahan dengan emosi. Dia telah melakukan begitu banyak untuk kami.”

”Saya bisa berbicara di sebelah Anda sekarang karena Nelson Mandela. Jika itu bukan karena dia, saya tidak akan berdiri di sini, di Afrika Selatan dan sekarang berbicara kepada Anda,” kata Papi Josias, 31 pengusaha asal Kongo, yang menetap di Afsel selama delapan tahun ini. "Dia bersatu banyak bangsa. Saya datang ke Afsel karena Mandela berdamai.”

Di luar rumah Mandela, di Houghton, ratusan orang, yang sebagian besar wanita muda tertatih-tatih dengan sepatu hak tinggi setelah pulang dari kantor. Mereka menuju rumah Mnadela untuk memberikan penghormatan.

”Sudah malam, tapi ini adalah salah satu hari dalam sejarah dan saya ingin anak-anak saya mengingat siapa Mandela itu,” kata Philip Sikhumbuzo, 35, pengusaha yang masih mengenakan piyama, membawa anak-anaknya untuk memberikan penghormatan kepada Mandela.
(mas)
Berita Terkait
Indonesia Dorong Aksi...
Indonesia Dorong Aksi Nyata Pemberdayaan Perempuan di G20 Afrika Selatan
4 Alasan Afrika Selatan...
4 Alasan Afrika Selatan Selalu Jadi Pusat Pergeseran Tatanan kekuatan Global pada 2025
Gedung Parlemen Afrika...
Gedung Parlemen Afrika Selatan di Cape Town Terbakar
Presiden Afsel Berupaya...
Presiden Afsel Berupaya Pertahankan Kekuasaan di Tengah Skandal Korupsi
25.000 Tentara Dikerahkan...
25.000 Tentara Dikerahkan untuk Redam Kerusuhan di Afrika Selatan
Kerusuhan Afrika Selatan...
Kerusuhan Afrika Selatan Menggila, 212 Orang Tewas Secara Brutal
Berita Terkini
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
1 jam yang lalu
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
1 jam yang lalu
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
2 jam yang lalu
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
4 jam yang lalu
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
4 jam yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
5 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved