Uni Eropa desak Suriah hentikan penggunaan senjata kimia
Jum'at, 23 Agustus 2013 - 22:54 WIB
Uni Eropa desak Suriah hentikan penggunaan senjata kimia
A
A
A
Sindonews.com – Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE), Catherine Ashton, pada Jumat (23/8/2013), mendesak Pemerintah Suriah untuk tidak menggunakan senjata kimia di dalam negeri.
"Saya sepenuhnya mendukung seruan PBB untuk penyelidikan menyeluruh, imparsial, dan cepat dalam dugaan serangan-serangan kimia," kata Ashton dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Xinhua.
Ashton menyerukan masyarakat internasional untuk mengetahui solusi politik bagi konflik Suriah dalam "urgensi tinggi", dan bertindak dengan rasa urgensi, serta tanggung jawab.
"Saat ini masyarakat internasional harus segera menunjukkan wajah bersatu dan memastikan bahwa penyidikan yang kredibel dan menyeluruh dapat dilakukan," kata Ashton.
"Tanpa penundaan lebih lanjut kita harus bergerak maju pada proses diplomatik sepanjang garis inisiatif untuk konferensi Jenewa II, yang diprakarsai oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov," tambahnya.
"Kita harus bergerak melampaui perbedaan-perbedaan kita," katanya. "Kami berutang kepada rakyat Suriah, yang tak lain adalah orang-orang yang menderita. Jumlah pengungsi anak-anak sungguh mengejutkan,” tambahnya.
"Saya sepenuhnya mendukung seruan PBB untuk penyelidikan menyeluruh, imparsial, dan cepat dalam dugaan serangan-serangan kimia," kata Ashton dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Xinhua.
Ashton menyerukan masyarakat internasional untuk mengetahui solusi politik bagi konflik Suriah dalam "urgensi tinggi", dan bertindak dengan rasa urgensi, serta tanggung jawab.
"Saat ini masyarakat internasional harus segera menunjukkan wajah bersatu dan memastikan bahwa penyidikan yang kredibel dan menyeluruh dapat dilakukan," kata Ashton.
"Tanpa penundaan lebih lanjut kita harus bergerak maju pada proses diplomatik sepanjang garis inisiatif untuk konferensi Jenewa II, yang diprakarsai oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov," tambahnya.
"Kita harus bergerak melampaui perbedaan-perbedaan kita," katanya. "Kami berutang kepada rakyat Suriah, yang tak lain adalah orang-orang yang menderita. Jumlah pengungsi anak-anak sungguh mengejutkan,” tambahnya.
(esn)