100.000 Pengungsi Suriah di Turki Berencana Bentuk Konvoi Masuk ke Eropa
Jum'at, 23 September 2022 - 00:34 WIB
loading...
100.000 Pengungsi Suriah di Turki Berencana Bentuk Konvoi Masuk ke Eropa. FOTO/Reuters
A
A
A
LONDON - Sekelompok besar pengungsi Suriah berkumpul di Turki dalam upaya untuk membentuk konvoi dan memasuki Uni Eropa melalui Yunani. The Guardian melaporkan pada Rabu (21/9/2022), sekitar 100.000 dari lebih dari 3,5 juta warga Suriah di Turki diperkirakan akan bergabung dengan konvoi itu.
Menurut penyelenggara, konvoi itu dinamai "Kafilah Cahaya". Rencana untuk membentuk grup telah terbentuk selama beberapa minggu melalui aplikasi perpesanan Telegram. Peserta disarankan untuk membawa barang-barang penting untuk perjalanan, seperti tenda, kantong tidur, dan makanan kaleng.
Baca: Puluhan Ribu Pengungsi Suriah Susun Rencana Masuki Wilayah UE
Penyelenggara karavan mengumumkan bahwa titik awal gerakan ini adalah Edirne di timur laut Turki. Dari sana, para pengungsi berharap dapat membangun momentum yang cukup untuk memungkinkan mereka menyeberangi perbatasan ke Yunani tanpa hambatan.
Faktor utama di balik pembentukan gerakan karavan adalah meningkatnya kemarahan di antara para pengungsi atas cara mereka diperlakukan di Turki. Penyelenggara mengkritik "rasisme yang menjijikkan" yang telah menyebabkan serangan mematikan terhadap warga Suriah.
Menurut penyelenggara, konvoi itu dinamai "Kafilah Cahaya". Rencana untuk membentuk grup telah terbentuk selama beberapa minggu melalui aplikasi perpesanan Telegram. Peserta disarankan untuk membawa barang-barang penting untuk perjalanan, seperti tenda, kantong tidur, dan makanan kaleng.
Baca: Puluhan Ribu Pengungsi Suriah Susun Rencana Masuki Wilayah UE
Penyelenggara karavan mengumumkan bahwa titik awal gerakan ini adalah Edirne di timur laut Turki. Dari sana, para pengungsi berharap dapat membangun momentum yang cukup untuk memungkinkan mereka menyeberangi perbatasan ke Yunani tanpa hambatan.
Faktor utama di balik pembentukan gerakan karavan adalah meningkatnya kemarahan di antara para pengungsi atas cara mereka diperlakukan di Turki. Penyelenggara mengkritik "rasisme yang menjijikkan" yang telah menyebabkan serangan mematikan terhadap warga Suriah.
Lihat Juga :