Pemberontak coba lucuti senjata tentara CAR, 10 tewas
Kamis, 22 Agustus 2013 - 20:59 WIB
Pemberontak coba lucuti senjata tentara CAR, 10 tewas
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 10 orang dilaporkan tewas, sementara sejumlah orang lainnya mengalami luka-luka dalam bentrok antara pendukung dan penentang presiden terguling Republik Afrika Tengah (CAR), Francois Bozize pecah di Distrik Boy-Rabe, Selasa (20/8/2013). Demikian dilaporkan sejumlah sumber lokal, Rabu (21/8/2013).
Menurut laporan, bentrok dipicu tindakan Pemberontak Seleka, kelompok yang menggulinggkan Presiden Bozizi. Pemberontak Seleka mencoba melucuti senjata tentara resmi pemerintah CAR di Distrik Boy-Rabe. Sejak akhir pekan lalu, pemberontak telah mengepung distrik itu.
Saksi mata mengatakan, bunyi tembakan memicu kepanikan, ratusan warga terpaksa mengungsi mencari perlindungan ke tempat yang aman.
Sebuah sumber petugas medis dari Rumah Sakit Communautaire di Bangui yang enggan namanya dikonfirmasi, mengatakan kepada Xinhua, sampai Rabu pagi pihak rumah sakit telah menerima 10 jasad dan puluhan korban luka-luka akibat pertempuran.
"Sementara itu, beberapa orang yang mengalami cedera telah dipulangkan setelah mendapatkan perawatan," imbuhnya. Saksi mata dari lokasi lain melaporkan, korban tewas dan cedera akibat bentrok juga dilarikan ke Rumah Sakit de l'amitie, salah satu rumah sakit pusat di kota.
Bentrok itu terjadi setelah, Menteri Keamanan CAR pada awal pekan ini memperingatakan sejumlah pemimpin daerah, bahwa pemberontak Seleka akan menjadikan Distrik Boy-Rabe sebagai basis. Oleh karena itu, tentara harus melucuti senjata yang dimiliki pemberontak sebelum mereka menguasai wilayah itu.
Menurut laporan, bentrok dipicu tindakan Pemberontak Seleka, kelompok yang menggulinggkan Presiden Bozizi. Pemberontak Seleka mencoba melucuti senjata tentara resmi pemerintah CAR di Distrik Boy-Rabe. Sejak akhir pekan lalu, pemberontak telah mengepung distrik itu.
Saksi mata mengatakan, bunyi tembakan memicu kepanikan, ratusan warga terpaksa mengungsi mencari perlindungan ke tempat yang aman.
Sebuah sumber petugas medis dari Rumah Sakit Communautaire di Bangui yang enggan namanya dikonfirmasi, mengatakan kepada Xinhua, sampai Rabu pagi pihak rumah sakit telah menerima 10 jasad dan puluhan korban luka-luka akibat pertempuran.
"Sementara itu, beberapa orang yang mengalami cedera telah dipulangkan setelah mendapatkan perawatan," imbuhnya. Saksi mata dari lokasi lain melaporkan, korban tewas dan cedera akibat bentrok juga dilarikan ke Rumah Sakit de l'amitie, salah satu rumah sakit pusat di kota.
Bentrok itu terjadi setelah, Menteri Keamanan CAR pada awal pekan ini memperingatakan sejumlah pemimpin daerah, bahwa pemberontak Seleka akan menjadikan Distrik Boy-Rabe sebagai basis. Oleh karena itu, tentara harus melucuti senjata yang dimiliki pemberontak sebelum mereka menguasai wilayah itu.
(esn)