Prancis Kecam 'Perampasan Kekuasaan' Oleh Rusia di Republik Afrika Tengah

Jum'at, 18 Juni 2021 - 21:38 WIB
loading...
Prancis Kecam Perampasan...
Rusia secara resmi mengakui kehadiran 1.135 instruktur tidak bersenjata yang diumumkan kepada PBB di Republik Afrika Tengah (CAR). Foto/Yahoo
A A A
PARIS - Prancis menuduh Rusia melanjutkan "perampasan kekuasaan" di Republik Afrika Tengah (CAR), mengakui bahwa kerja sama CAR dengan "tentara bayaran" Rusia telah mendorong Paris untuk mengurangi dukungan militernya.

Militer Prancis awal bulan ini menangguhkan bantuan anggaran dan kerja sama militer dengan CAR, menuduh pemerintahnya terlibat dalam kampanye disinformasi anti-Prancis yang didukung oleh Rusia.

CAR telah menjadi area kunci dalam kontroversi mengenai peran kelompok tentara bayaran Wagner di Afrika yang diduga dijalankan oleh pengusaha Yevgeny Prigozhin, orang kepercayaan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Di Republik Afrika Tengah, ada bentuk perebutan kekuasaan, dan khususnya kekuatan militer, oleh tentara bayaran Rusia," kata Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian, kepada BFM TV.

"Kami memerangi ini dan itu membuat kami mengambil tindakan untuk menarik sejumlah personel militer kami," imbuhnya seperti dikutip dari AFP, Jumat (18/6/2021).

Baca juga: Pemerintah Republik Afrika Tengah Mengundurkan Diri

Dia mengatakan personel Rusia mengepung Presiden CAR Faustin Archange Touadera dan mengeksploitasi kekayaan negara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Berita Terkini
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved