Uni Eropa serukan penyelidikan serangan bom kimia di Suriah
Rabu, 21 Agustus 2013 - 23:31 WIB
Uni Eropa serukan penyelidikan serangan bom kimia di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Uni Eropa pada Rabu (21/8/2013), menyerukan penyelidikan segera terhadap laporan serangan bom kimia berupa gas saraf yang terjadi di Suriah. Seorang Juru Bicara Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Catherine Ashton, mengatakan kepada media, bahwa UE prihatin atas laporan dari kemungkinan penggunaan senjata kimia oleh pasukan pemerintah Suriah.
Juru bicara itu mengatakan, tuduhan tersebut harus "diselidiki secara menyeluruh dan segera". Ia menggarisbawahi, bahwa penggunaan senjata kimia tidak dapat diterima.
Sementara itu, Presiden Perancis, Francois Hollande juga meminta PBB untuk segera mengirim inspektur ke Suriah untuk mengetahui apakah pasukan Pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia dalam serangan mereka terhadap wilayah yang dikuasai pemberontak.
“Hollande telah menyatakan niatnya untuk meminta PBB agar mengirim petugas ke lokasi serangan itu dan melaksanakan investigasi," kata Juru Bicara Pemerintah Perancis, Najat Vallaud-Belkacem, setelah pertemuan kabinet mingguan.
Sebelumnya, pada hari yang sama, aktivis pro-oposisi mengklaim, bahwa pasukan Pemerintah Suriah telah menggunakan senjata kimia dalam serangan mereka terhadap wilayah yang dikuasai pemberontak di pedesaan timur Damaskus dan menewaskan ratusan orang.
Juru bicara itu mengatakan, tuduhan tersebut harus "diselidiki secara menyeluruh dan segera". Ia menggarisbawahi, bahwa penggunaan senjata kimia tidak dapat diterima.
Sementara itu, Presiden Perancis, Francois Hollande juga meminta PBB untuk segera mengirim inspektur ke Suriah untuk mengetahui apakah pasukan Pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia dalam serangan mereka terhadap wilayah yang dikuasai pemberontak.
“Hollande telah menyatakan niatnya untuk meminta PBB agar mengirim petugas ke lokasi serangan itu dan melaksanakan investigasi," kata Juru Bicara Pemerintah Perancis, Najat Vallaud-Belkacem, setelah pertemuan kabinet mingguan.
Sebelumnya, pada hari yang sama, aktivis pro-oposisi mengklaim, bahwa pasukan Pemerintah Suriah telah menggunakan senjata kimia dalam serangan mereka terhadap wilayah yang dikuasai pemberontak di pedesaan timur Damaskus dan menewaskan ratusan orang.
(esn)