Komandan Taliban minta maaf kepada Malala

Kamis, 18 Juli 2013 - 12:42 WIB
Komandan Taliban minta...
Komandan Taliban minta maaf kepada Malala
A A A
Sindonews.com - Seorang komandan Taliban, Adnan Rasheed, menulis surat kepada aktivis perempuan Pakistan, Malala Yousafzai,16. Dalam suratnya, Rasheed meminta maaf dan menyesal, bahwa ia tidak memberikan peringatan sebelum melakukan upaya pembunuhan pada Malala.

”Saya berpikir bagaimana untuk mendekati Anda,” tulis Rasheed, dikutip NBC News. ”Emosi saya adalah persaudaraan untuk Anda, karena kita dari suku yang sama.”

Malala lolos dari maut, setelah kepalanya sempat terkena tembakan dari kelompok Taliban Pakistan, Oktober tahun lalu. Rasheed kaget dengan penembakan Taliban terhadap Malala yang diceritakan semuanya di kantor PBB, tepat di hari ulang tahun Malala, 12 Juli 2013 lalu.

Rasheed, seperti dikutip Xinhua, Kamis (18/7/2013), berdalih, sebenarnya Taliban tidak menyerang Malala, hanya karena dia aktivis pendidikan untuk anak perempuan. Tapi, tindakan Taliban itu dilakukan, karena sikap kritis Malala terhadap kelompok militan itu.

Malala Yousafzai, 16, ditembak dari jarak dekat oleh kelompok bersenjata Taliban pada bulan Oktober 2012 di Lembah Swat di Pakistan barat laut, saat ia pulang sekolah. Dia diterbangkan ke Inggris untuk pengobatan dan belum kembali ke Pakistan, sejak ancaman dari Taliban kian gencar. Pada saat berpidato di forum PBB, Malala berujar; ”pena itu lebih tajam dari pedang.”

”Mari kita mengambil buku dan pena kita. Mereka adalah senjata kita yang paling kuat,” tutur Malala. ”Satu anak, satu guru, satu buku dan satu pena bisa mengubah dunia. Pendidikan adalah satu-satunya solusi. Pendidikan pertama.”
(esn)
Berita Terkait
Indonesia Kirimkan Bantuan...
Indonesia Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Pakistan
Ledakan Bom Bunuh Diri...
Ledakan Bom Bunuh Diri Dekat Pos Pemeriksaan Keamanan di Pakistan Barat
Buntut Kecelakaan Pesawat...
Buntut Kecelakaan Pesawat PIA, Pakistan Larang Terbang 262 Pilot
Airbus Mulai Selidiki...
Airbus Mulai Selidiki Kecelakaan Pesawat di Pakistan
Korban Selamat Pesawat...
Korban Selamat Pesawat PIA: Yang Saya Lihat Hanya Api
Kantongi Lisensi Palsu,...
Kantongi Lisensi Palsu, 150 Pilot PIA Dilarang Terbang
Berita Terkini
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
25 menit yang lalu
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
9 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
10 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
11 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
12 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
13 jam yang lalu
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved