NATO hentikan operasi tempur di Afghanistan
Selasa, 18 Juni 2013 - 18:13 WIB
NATO hentikan operasi tempur di Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen mengatakan, pasukan NATO tidak lagi merencanakan, melaksanakan, atau memimpin operasi tempur di Afghanistan. Pernyatan itu datang setelah Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengatakan, pasukan keamanan Afghanistan telah mengambil alih memimpin keamanan nasional untuk dari koalisi NATO.
"Keputusan ini menandakan sebuah tonggak penting. Pasukan Afghanistan mulai melangkah maju, sementara peran ISAF bergeser dari pertempuran menjadi pendukung dan tidak lagi merencanakan, melaksanakan, atau memimpin operasi tempur," ungkap Rasmussen dalam sebuah pernyataan.
"Ini disebut Dukungan Tegas. Tujuan dari misi baru ini adalah melatih, memberikan saran dan juga membantuk pasukan Afghanistan," ungkap Rasmussen. "NATO, Afghanistan, dan sejumlah mitra kami akan melanjutkan perjalanan ini bersama-sama, berdasarkan hubungan baru yang akan semakin kuat untuk tahun-tahun yang akan datang," imbuh Rasmussen.
Ditanya soal jumlah personel pasukan NATO yang akan ditempatkan di Afghanistan pasca 2014, Rasmuseen belum bisa memastikannya. "Kami belum memutuskan jumlah pasti," ujarnya.
Awal tahun ini, masih tersisa sekitar 100 ribu tentara asing di Afghanistan, dua pertiga dari mereka adalah tentara Amerika Serikat. Secara berangsur, NATO akan menarik personel tempur dan menyerahkan tanggung jawab pada aparat Afghanistan.
"Keputusan ini menandakan sebuah tonggak penting. Pasukan Afghanistan mulai melangkah maju, sementara peran ISAF bergeser dari pertempuran menjadi pendukung dan tidak lagi merencanakan, melaksanakan, atau memimpin operasi tempur," ungkap Rasmussen dalam sebuah pernyataan.
"Ini disebut Dukungan Tegas. Tujuan dari misi baru ini adalah melatih, memberikan saran dan juga membantuk pasukan Afghanistan," ungkap Rasmussen. "NATO, Afghanistan, dan sejumlah mitra kami akan melanjutkan perjalanan ini bersama-sama, berdasarkan hubungan baru yang akan semakin kuat untuk tahun-tahun yang akan datang," imbuh Rasmussen.
Ditanya soal jumlah personel pasukan NATO yang akan ditempatkan di Afghanistan pasca 2014, Rasmuseen belum bisa memastikannya. "Kami belum memutuskan jumlah pasti," ujarnya.
Awal tahun ini, masih tersisa sekitar 100 ribu tentara asing di Afghanistan, dua pertiga dari mereka adalah tentara Amerika Serikat. Secara berangsur, NATO akan menarik personel tempur dan menyerahkan tanggung jawab pada aparat Afghanistan.
(esn)