Militan serang kantor pemerintah Pakistan, 7 polisi meninggal
Senin, 18 Februari 2013 - 19:32 WIB
Militan serang kantor pemerintah Pakistan, 7 polisi meninggal
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah militan berpakaian seragam tentara Pakistan melancarkan serangan ke kantor pemerintah Provinsi Kyber Pakhtunkhwa, Senin (18/2/2013). Pejabat setempat mengatakan, tujuh orang dilaporkan tewas, sementara lima orang lainya menderita luka luka akibat serangan tersebut.
Menurut laporan, militan Pakistan melepaskan tembakan dan melemparkan granat ke arah pasukan keamanan yang berjaga di kantor penegak hukum di Jalan Bara, Provinsi Kyber Pakhtunkhwa. Tidak berhenti sampai di sana, mereka kemudian bergeser ke gedung pemerintahan Khyber.
Petugas keamanan berhasi menangkap beberapa orang militan dalam baku tembak di lokasi ke dua. Serangan tersebut dilancarkan, karena mereka berupaya membebaskan tahanan.
Saat serangan tersebut berlangsung, beberapa anggota partai politik Pakistan tengah mengadakan pertemuan di Gedung Kyber. Muhammad Iqbal Afridi, pemimpin oposisi lokal Pakistan dari partai Tehreek-e-Insaf mengatakan, saat mengadakan pertemuan di Gedung Kyber, mereka mendengar suara tembakan yang sangat intens dan beberapa ledakan granat antara militan dan pasukan keamanan.
Afridi mengungkapkan, beberapa waktu kemudian polisi dibantu sejumlah personel Angkatan Darat (AD) Pakistan mengevakuasi semua orang dari dalam gedung. “Di tengah jalan, saya melihat mayat dua polisi tewas bersimbah darah,” ujarnya.
"Kami sudah menangani lima jasad korban tewas dan tujuh orang menderita luka serius," ungkap Jamal Shah, juru bicara Rumah Sakit Lady Reading, seperti dilansir Naharnet.
"Empat di antara korban tewas adalah petugas keamanan, sementara seorang lainya adalah penduduk sipil berusia 60 tahun," imbuh Shah.
Komandan AD lantas melakukan operasi pencarian dan membersihkan wilayah di sekitar Gedung Khyber dan sejumlah gedung di sekitarnya. Kabarnya, serangan tersebut dilancarkan oleh delapan orang miiltan, di mana dua orang di antara mereka tewas dalam baku tembak.
Menurut laporan, militan Pakistan melepaskan tembakan dan melemparkan granat ke arah pasukan keamanan yang berjaga di kantor penegak hukum di Jalan Bara, Provinsi Kyber Pakhtunkhwa. Tidak berhenti sampai di sana, mereka kemudian bergeser ke gedung pemerintahan Khyber.
Petugas keamanan berhasi menangkap beberapa orang militan dalam baku tembak di lokasi ke dua. Serangan tersebut dilancarkan, karena mereka berupaya membebaskan tahanan.
Saat serangan tersebut berlangsung, beberapa anggota partai politik Pakistan tengah mengadakan pertemuan di Gedung Kyber. Muhammad Iqbal Afridi, pemimpin oposisi lokal Pakistan dari partai Tehreek-e-Insaf mengatakan, saat mengadakan pertemuan di Gedung Kyber, mereka mendengar suara tembakan yang sangat intens dan beberapa ledakan granat antara militan dan pasukan keamanan.
Afridi mengungkapkan, beberapa waktu kemudian polisi dibantu sejumlah personel Angkatan Darat (AD) Pakistan mengevakuasi semua orang dari dalam gedung. “Di tengah jalan, saya melihat mayat dua polisi tewas bersimbah darah,” ujarnya.
"Kami sudah menangani lima jasad korban tewas dan tujuh orang menderita luka serius," ungkap Jamal Shah, juru bicara Rumah Sakit Lady Reading, seperti dilansir Naharnet.
"Empat di antara korban tewas adalah petugas keamanan, sementara seorang lainya adalah penduduk sipil berusia 60 tahun," imbuh Shah.
Komandan AD lantas melakukan operasi pencarian dan membersihkan wilayah di sekitar Gedung Khyber dan sejumlah gedung di sekitarnya. Kabarnya, serangan tersebut dilancarkan oleh delapan orang miiltan, di mana dua orang di antara mereka tewas dalam baku tembak.
(esn)