Polisi Tunisia gunakan gas air mata untuk bubarkan demonstran

Kamis, 07 Februari 2013 - 22:04 WIB
Polisi Tunisia gunakan...
Polisi Tunisia gunakan gas air mata untuk bubarkan demonstran
A A A
Sindonews.com – Polisi anti huru-hara Tunisia menembakkan gas air mata untuk membubarkan ratusan pemuda yang melakukan aksi unjuk rasa di kota Gafsa, Kamis (7/2/2013). Ratusan pemuda ini memprotes terjadinya aksi pembunuhan terhadap pemimpin oposisi Tunisia, Chokri Belaid.

"Ratusan orang memprotes pembunuhan terhadap Belaid, tetapi protes berubah menjadi bentrokan. Polisi menembakkan gas air mata, sementara demonstran melemparkan batu dan meneriakkan slogan-slogan," ujar Ahmed Issaoui, salah seorang penduduk Gafsa, seperti dikutip dari Reuters.

Belaid sendiri tewas pada Rabu 6 Februari, setelah penyerang bersenjata yang mengendarai sepeda motor menembaknya saat Belaid hendak berangkat menuju kantornya. Kematian Belaid ini langsung menimbulkan gejolak di Tunisia.

Hingga kini, belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas kematian Belaid. Ennahda, partai yang berkuasa di Tunisia, mengaku tak punya keterkaitan apa pun dengan kematian Belaid. Meski begitu, beberapa kantor Partai Ennahda dibakar massa di sejumlah wilayah di Tunisia.
(esn)
Berita Terkait
Presiden Tunisia Saied...
Presiden Tunisia Saied Tunjuk Perdana Menteri Perempuan Pertama
Setelah PM, Presiden...
Setelah PM, Presiden Tunisia Juga Pecat Menhan dan Menteri Kehakiman
AS Desak Presiden Tunisia...
AS Desak Presiden Tunisia Segera Bentuk Pemerintahan yang Jujur
Presiden Tunisia Sebut...
Presiden Tunisia Sebut Negaranya Dijalankan oleh Mafia
Aksinya Dituduh Kudeta,...
Aksinya Dituduh Kudeta, Ini Jawaban Presiden Tunisia Kais Saied
Tunisia Dilaporkan Tangkap...
Tunisia Dilaporkan Tangkap 1.000 Orang dalam Kerusuhan Selama 6 Malam
Berita Terkini
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
2 jam yang lalu
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
3 jam yang lalu
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
6 jam yang lalu
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
7 jam yang lalu
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
8 jam yang lalu
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
10 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved