Pemerintah CAR &Pemberontak Seleka sepakat gencatan senjata
Jum'at, 11 Januari 2013 - 14:32 WIB
Pemerintah CAR &Pemberontak Seleka sepakat gencatan senjata
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Republik Afrika Tengah (CAR) dan pemberontak Seleka sepakat untuk melakukan gencatan senjata sementara waktu, Kamis (10/1/2012). Keputusan tersebut datang, setelah kedua belah pihak melakukan negosiasi yang kabarnya dihadiri oleh Presiden CAR, Francois Bozize di Ibu Kota Gabon, Libreville.
Menurut sebuah sumber, secara prinsip kedua belah pihak yang bertikai sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Di mana, penandatanganan perjanjian gencatan senjata tersebut akan ditandatangani dalam waktu dekat.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden CAR juga mengusulkan pembentukan pemerintahan koalisi dengan pemberontak Seleka. Namun, belum ada pernyataan tanggapan dari pemberontak Seleka atas rencana pemerintah tersebut.
Seperti diketahui, Pengunduran diri Presiden Bozize merupakan prasyarat damai yang diajukan oleh Seleka pada pemerintah CAR. Pemberontak Seleka mengaku melancarkan serangan kepada pemerintah karena menilai Bozize telah gagal melaksanakan keputusan damai pada 2007 lalu.
Saat itu, Bozize berjanji untuk memberikan kesempatan dan menciptakan lapagan kerja bagi para pemberontak Seleka. Kesepakatan gencatan senjata tersebut tercapai sebelum pemberontak berhasil menguasai kota Damara.
Sebelumnya, Komandan Pasukan Multinasional Afrika (FOMAC) menegaskan, serangan pemberontak ke kota Damara merupakan deklarai perang. Pasalnya, Damara adalah kota kunci terakhir yang dikuasai pasukan pemerintah.
Menurut sebuah sumber, secara prinsip kedua belah pihak yang bertikai sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Di mana, penandatanganan perjanjian gencatan senjata tersebut akan ditandatangani dalam waktu dekat.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden CAR juga mengusulkan pembentukan pemerintahan koalisi dengan pemberontak Seleka. Namun, belum ada pernyataan tanggapan dari pemberontak Seleka atas rencana pemerintah tersebut.
Seperti diketahui, Pengunduran diri Presiden Bozize merupakan prasyarat damai yang diajukan oleh Seleka pada pemerintah CAR. Pemberontak Seleka mengaku melancarkan serangan kepada pemerintah karena menilai Bozize telah gagal melaksanakan keputusan damai pada 2007 lalu.
Saat itu, Bozize berjanji untuk memberikan kesempatan dan menciptakan lapagan kerja bagi para pemberontak Seleka. Kesepakatan gencatan senjata tersebut tercapai sebelum pemberontak berhasil menguasai kota Damara.
Sebelumnya, Komandan Pasukan Multinasional Afrika (FOMAC) menegaskan, serangan pemberontak ke kota Damara merupakan deklarai perang. Pasalnya, Damara adalah kota kunci terakhir yang dikuasai pasukan pemerintah.
(esn)