PBB: Reformasi hukum Kolombia bisa loloskan penjahat perang

Selasa, 27 November 2012 - 23:46 WIB
PBB: Reformasi hukum...
PBB: Reformasi hukum Kolombia bisa loloskan penjahat perang
A A A
Sindonews.com - PBB memperingatkan, bahwa reformasi konstitusi yang diusulkan di Kolombia dapat menyebabkan tentara dan polisi yang melakukan kejahatan perang, bisa meloloskan diri dari tuntutan hukum.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Navi Pillay menyerukan Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos dan kepala Kongres Barreras Roy untuk mempertimbangkan kembali dukungan mereka terhadap reformasi.

Selama konflik bersenjata antara Pemerintah Kolombia dengan pemberontak FARC yang berlangsung selama 50 tahun itu, diduga banyak terjadi kejahatan perang. Puluhan ribu orang telah tewas akibat pertikaian ini. Saat ini, tengah berlangsung pembicaraan damai antara Pemerintah Kolombia dengan pemberontak FARC.

"Jika diadopsi, reformasi ini akan merusak upaya-upaya sebelumnya yang dilakukan oleh pemerintah Kolombia. Upaya ini dilakukan untuk memastikan adanya pelanggaran hak asasi manusia, yang diduga dilakukan oleh anggota militer Kolombia dan polisi,” ujar Juru Bicara PBB, Cecile Pouilly pada konferensi pers di Jenewa, Selasa (27/11/2012).

Dalam Rancangan Undang-Undang yang baru, kejahatan perang dan penahanan sewenang-wenang yang dilakukan oleh tentara atau polisi, akan diadili di Pengadilan Militer. Penentuan kejahatan akan ditangani oleh suatu badan militer. “Ini beresiko terjadinya penghilangan kesalahan yang sepatutnya diselidiki dan pelaku dimintai pertanggungjawaban," lanjut Pouilly.

Peneliti Independen PBB yang melaporkan ke Dewan Hak Asasi Manusia PBB, bulan lalu memperingatkan, bahwa di bawah reformasi konstitusional yang diusulkan, militer dan polisi yang diduga melakukan kejahatan perang bisa melarikan diri dari tuntutan hukum. "Hanya keadilan dapat membawa kedamaian sejati dan rekonsiliasi," kata Pouilly.
(esn)
Berita Terkait
7 Petugas Tewas dalam...
7 Petugas Tewas dalam Serangan Bahan Peledak di Desa Huila Kolombia Barat
Mengaku Dapat Wangsit,...
Mengaku Dapat Wangsit, Keponakan Temukan Rp403 M di Bekas Rumah Escobar
Rusia Usir dan Persona...
Rusia Usir dan Persona Non Grata-kan Dua Diplomat Kolombia
Bentrok di Perbatasan...
Bentrok di Perbatasan Kolombia, Venezuela Tangkap Anggota Kartel Sinaloa
Kolombia Tangkap 10...
Kolombia Tangkap 10 Orang Terkait Penembakan Helikopter Presiden
2 Kelompok Pemberontak...
2 Kelompok Pemberontak Berebut Perdagangan Narkoba, 23 Tewas
Berita Terkini
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
1 jam yang lalu
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
2 jam yang lalu
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
3 jam yang lalu
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
4 jam yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
5 jam yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
8 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved