Mantan pemimpin Serbia Bosnia bantah 10 tuduhan genosida
Selasa, 16 Oktober 2012 - 16:56 WIB
Mantan pemimpin Serbia Bosnia bantah 10 tuduhan genosida
A
A
A
Sindonews.com - Mantan pemimpin Serbia Bosnia, Radovan Karadzic menyangkal 10 gugatan kejahatan genosida (pembunuhan masal)dalam perang pada 1990-an yang dilayangkan oleh Pengadilan Kejahatan Internasional di Den Hague.
Dalam sidang pembelaan kali ini, Karadzic membacakan sejumlah pernyataan pribadi yang membantah semua tuduhan kejahatan genosida, termasuk kejahatan perang dan kejahatan atas kemanusiaan selama perang tahun 1990-an.
Karadzic memulai sidang pembelaan dengan mengatakan bahwa ia seharusnya mendapatkan penghargaan bukan malah dituduh bersalah.
"Saya melakukan segalanya dengan kekuatan manusia guna menghindari perang dan mengurangi penderitaan manusia," ungkap Karadzic seperti dilansir BBC.co.uk, Selasa (16/10/2012).
Dengan tenang ia berkata, bahwa dirinya sebenarnya adalah seorang pria yang lemah lembut, dia juga seorang pria yang memiliki rasa toleransi yang tinggi dan memiliki kapasitas besar untuk memahami orang lain.
Karadzic mengaku telah mencegah tentara Serbia Bosnia didetik detik menjelang kemenangan dengan membuat kesepakatan damai. Dia juga mengaku telah bertindak manusiawi dan menghormati hukum internasional dalam perang.
Karadzic menyangkal tuduhan genosida terhadap lebih dari 7.000 Muslim Bosnia di Srebrenica tahun 1995. Kekejaman terganas yang terjadi di Eropa sejak berakhirnya Perang Dunia II.
Karadzic juga menyangkal tuduhan penyerangan selama 44 bulan di Sarajevo hingga mengakibatkan 12.000 warga sipil tewas. Dia mengatakan bahwa jumlah korban tewas dalam perang tersebut sebenarnya tiga sampai empat kali lebih sedikit dari jumlah yang disebutkan oleh pihak pengadilan.
Dengan tenang ia mengatakan, dengan berjalanya waktu kebenaran akan terkuak dan akan menjadi lebih kuat, sementara tuduhan, propaganda serta rasa kebencian yang timbul akan melemah dengan sendirinya.
Sejak Pengadilan Kejahatan Internasional mulai melangsungkan proses peradilan atas Karadzic pada 2009. Polisi menangkap pria gaek yang berusia 67 ini pada tahun 2008 lalu dalam sebuah bus di Sarajevo setelah buron selama 13 tahun. Dalam berbagai kesempatan di pengadilan Karadzic selalu mengatakan bahwa dia tidak mengetahui adanya pembantaian di lapangan.
Pengadilan Kejahatan Internasional di Den Hague juga menghadirkan saksi pertama, yakni, Kolonel Andrey Demurenko dan mantan komandan militer Bosnia Serbia Ratko Mladic. Demurenko adalah warga Rusia yang menjabat kepala pasukan perdamaian PBB di Sarajevo tahun 1995. Pengadilan akan menanyai Demurenko seputar penyerangan sebuah pasar di Sarajevo pada Agustus 1995.
Juli lalu pengadilan Pengadilan Kejahatan Internasional membatalkan tuduhan pengusiran paksa terhadap ratusan ribu warga non Serbia dari kota dan desa di Bosnia.
Dalam sidang pembelaan kali ini, Karadzic membacakan sejumlah pernyataan pribadi yang membantah semua tuduhan kejahatan genosida, termasuk kejahatan perang dan kejahatan atas kemanusiaan selama perang tahun 1990-an.
Karadzic memulai sidang pembelaan dengan mengatakan bahwa ia seharusnya mendapatkan penghargaan bukan malah dituduh bersalah.
"Saya melakukan segalanya dengan kekuatan manusia guna menghindari perang dan mengurangi penderitaan manusia," ungkap Karadzic seperti dilansir BBC.co.uk, Selasa (16/10/2012).
Dengan tenang ia berkata, bahwa dirinya sebenarnya adalah seorang pria yang lemah lembut, dia juga seorang pria yang memiliki rasa toleransi yang tinggi dan memiliki kapasitas besar untuk memahami orang lain.
Karadzic mengaku telah mencegah tentara Serbia Bosnia didetik detik menjelang kemenangan dengan membuat kesepakatan damai. Dia juga mengaku telah bertindak manusiawi dan menghormati hukum internasional dalam perang.
Karadzic menyangkal tuduhan genosida terhadap lebih dari 7.000 Muslim Bosnia di Srebrenica tahun 1995. Kekejaman terganas yang terjadi di Eropa sejak berakhirnya Perang Dunia II.
Karadzic juga menyangkal tuduhan penyerangan selama 44 bulan di Sarajevo hingga mengakibatkan 12.000 warga sipil tewas. Dia mengatakan bahwa jumlah korban tewas dalam perang tersebut sebenarnya tiga sampai empat kali lebih sedikit dari jumlah yang disebutkan oleh pihak pengadilan.
Dengan tenang ia mengatakan, dengan berjalanya waktu kebenaran akan terkuak dan akan menjadi lebih kuat, sementara tuduhan, propaganda serta rasa kebencian yang timbul akan melemah dengan sendirinya.
Sejak Pengadilan Kejahatan Internasional mulai melangsungkan proses peradilan atas Karadzic pada 2009. Polisi menangkap pria gaek yang berusia 67 ini pada tahun 2008 lalu dalam sebuah bus di Sarajevo setelah buron selama 13 tahun. Dalam berbagai kesempatan di pengadilan Karadzic selalu mengatakan bahwa dia tidak mengetahui adanya pembantaian di lapangan.
Pengadilan Kejahatan Internasional di Den Hague juga menghadirkan saksi pertama, yakni, Kolonel Andrey Demurenko dan mantan komandan militer Bosnia Serbia Ratko Mladic. Demurenko adalah warga Rusia yang menjabat kepala pasukan perdamaian PBB di Sarajevo tahun 1995. Pengadilan akan menanyai Demurenko seputar penyerangan sebuah pasar di Sarajevo pada Agustus 1995.
Juli lalu pengadilan Pengadilan Kejahatan Internasional membatalkan tuduhan pengusiran paksa terhadap ratusan ribu warga non Serbia dari kota dan desa di Bosnia.
(aww)