Muslim Bosnia dan Pemimpin Kroasia Boikot Pertemuan dengan Menlu Rusia
Selasa, 15 Desember 2020 - 22:32 WIB
loading...
Perwakilan Muslim Bosnia dan pemimpin Kroasia memboikot pertemuan dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov. Foto/Al Jazeera
A
A
A
SARAJEVO - Perwakilan Muslimserta Kroasia Bosnia dan Herzegovina dalam anggota kepresidenan tiga negara pada hari Selasa (15/12/2020) memboikot pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Aksi itu merupakan penghinaan besar bagi diplomat top Moskow.
Pada hari kedua dari kunjungan dua hari ke Bosnia, Lavrov dijadwalkan mengadakan pembicaraan dengan ketiga anggota kepresidenan, termasuk Sefik Dzaferovic, seorang Muslim, dan Zeljko Komsic, seorang Kroasia. Hanya anggota dari Serbia, Milorad Dodik, yang muncul dalam pertemuan tersebut.
Dzaferovic dan Komsic mengatakan mereka memboikot pertemuan itu karena apa yang mereka katakan adalah tindakan "tidak hormat" Lavrov terhadap negara bagian Bosnia. Mereka mengatakan Lavrov seharusnya memulai kunjungan resminya di ibu kota Bosnia, Sarajevo, alih-alih bertemu pertama kali dengan Dodik yang setengah otonom Serbia di negara itu pada Senin kemarin.
Dodik, yang dikenal karena sikapnya yang pro-Rusia, telah menganjurkan pemisahan etnis Serbia Bosnia dan tetangganya Serbia yang bergabung. Meskipun Moskow secara resmi tidak mendukung pecahnya Bosnia, Moskow tidak pernah secara terbuka mengkritik kebijakan separatis Dodik.
Pada hari kedua dari kunjungan dua hari ke Bosnia, Lavrov dijadwalkan mengadakan pembicaraan dengan ketiga anggota kepresidenan, termasuk Sefik Dzaferovic, seorang Muslim, dan Zeljko Komsic, seorang Kroasia. Hanya anggota dari Serbia, Milorad Dodik, yang muncul dalam pertemuan tersebut.
Dzaferovic dan Komsic mengatakan mereka memboikot pertemuan itu karena apa yang mereka katakan adalah tindakan "tidak hormat" Lavrov terhadap negara bagian Bosnia. Mereka mengatakan Lavrov seharusnya memulai kunjungan resminya di ibu kota Bosnia, Sarajevo, alih-alih bertemu pertama kali dengan Dodik yang setengah otonom Serbia di negara itu pada Senin kemarin.
Dodik, yang dikenal karena sikapnya yang pro-Rusia, telah menganjurkan pemisahan etnis Serbia Bosnia dan tetangganya Serbia yang bergabung. Meskipun Moskow secara resmi tidak mendukung pecahnya Bosnia, Moskow tidak pernah secara terbuka mengkritik kebijakan separatis Dodik.
Lihat Juga :