Asosiasi tuduh polisi bantai karyawan tambang di Afsel
Sabtu, 18 Agustus 2012 - 16:29 WIB
Asosiasi tuduh polisi bantai karyawan tambang di Afsel
A
A
A
Sindonews.com - Pimpinan Asosiasi Karyawan Penambang Afrika Selatan (Afsel) menuduh polisi melakukan aksi pembantaian.
“Aparat kepolisian dikirim ke lokasi demonstrasi untuk menghadapi para pengunjukrasa yang disebutkan membawa senjata api dan tajam,” jelas Jeffrey Mphahlele, perwakilan Asosiasi Karyawan Penambang, seperti dilaporkan Reuters Sabtu (18/8/2012).
Tidak diketahui jelas bagaimana akhirnya aparat kepolisian kemudian memuntahkan peluru tajam ke arah kerumunan pengunjukrasa, namun sejumlah saksi mata menyebutkan, tembakan itu terjadi ketika sekelompok demonstran hendak menyerang polisi.
Sejauh ini polisi telah menangkap 259 orang yang dituduh terlibat aksi kekerasan yang berujung pada kasus penembakan itu.
Afsel adalah produsen platina terbesar di dunia, dan akibat perselisihan dengan para karyawannya, membuat produksinya menurun.
Sementara perusahaan pertambangan Lonmin, merupakan produsen platina terbesar ketiga di dunia. Pada Mei 2011 lalu, perusahaan ini telah memecat sekitar 9.000 karyawannya.
“Aparat kepolisian dikirim ke lokasi demonstrasi untuk menghadapi para pengunjukrasa yang disebutkan membawa senjata api dan tajam,” jelas Jeffrey Mphahlele, perwakilan Asosiasi Karyawan Penambang, seperti dilaporkan Reuters Sabtu (18/8/2012).
Tidak diketahui jelas bagaimana akhirnya aparat kepolisian kemudian memuntahkan peluru tajam ke arah kerumunan pengunjukrasa, namun sejumlah saksi mata menyebutkan, tembakan itu terjadi ketika sekelompok demonstran hendak menyerang polisi.
Sejauh ini polisi telah menangkap 259 orang yang dituduh terlibat aksi kekerasan yang berujung pada kasus penembakan itu.
Afsel adalah produsen platina terbesar di dunia, dan akibat perselisihan dengan para karyawannya, membuat produksinya menurun.
Sementara perusahaan pertambangan Lonmin, merupakan produsen platina terbesar ketiga di dunia. Pada Mei 2011 lalu, perusahaan ini telah memecat sekitar 9.000 karyawannya.
()