Sudan dan Sudan Selatan akan sepakati pakta minyak
Selasa, 07 Agustus 2012 - 17:01 WIB
Sudan dan Sudan Selatan akan sepakati pakta minyak
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintan Sudan dan Sudan Selatan akan membahas kesepakatan minyak pada 26 Agustus mendatang. Kedua negara ini berencana menyelesaikan persengketaan yang memperebutkan sumber minyak di wilayah perbatasan.
“Uni Afrika akan memfasilitasi pembicaraan bilateral tentang kesepakatan minyak tanggal 26 Agustus,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Sudan, El-Obeid Morawah, seperti dilansir kantor berita SUNA, Selasa (7/8/2012).
Morawah menambahkan, pakta minyak akan ditandatangani dalam beberapa hari mendatang, namun dilaksanakan setelah perjanjian keamanan perbatasan disepakati.
Sudan dan Sudan Selatan telah lama bertikai terkait kepemilikan daerah perbatasan yang kaya kandungan minyak. Karena itu, dua negara tersebut berupaya menyelesaikan konflik yang tersisa setelah mencapai kesepakatan minyak sementara bulan lalu.
Kesepakatan sebelumnya menyatakan Sudan Selatan harus membayar atas ekspor minyak mentah mereka melalui Sudan. Keputusan ini menyebabkan penutupan produksi minyak Sudan Selatan pada Januari 2012. Konflik antara Sudan dan Sudan Selatan pecah dalam pertempuran di perbatasan April lalu.
Saat ini, minyak adalah kelangsungan hidup bagi kedua negara. Perjanjian menandai langkah maju kedua negara untuk mengakhiri permusuhan
Pertikaian dimulai sejak Sudan Selatan merdeka pada Juli 2011 di bawah perjanjian damai 2005 dengan Khartoum. Sudan menuduh Sudan Selatan mendukung pemberontak di wilayah perbatasan. Sementara Sudan Selatan menuduh Khartoum sering membom sisi perbatasan yang masuk teritorial negaranya.
“Uni Afrika akan memfasilitasi pembicaraan bilateral tentang kesepakatan minyak tanggal 26 Agustus,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Sudan, El-Obeid Morawah, seperti dilansir kantor berita SUNA, Selasa (7/8/2012).
Morawah menambahkan, pakta minyak akan ditandatangani dalam beberapa hari mendatang, namun dilaksanakan setelah perjanjian keamanan perbatasan disepakati.
Sudan dan Sudan Selatan telah lama bertikai terkait kepemilikan daerah perbatasan yang kaya kandungan minyak. Karena itu, dua negara tersebut berupaya menyelesaikan konflik yang tersisa setelah mencapai kesepakatan minyak sementara bulan lalu.
Kesepakatan sebelumnya menyatakan Sudan Selatan harus membayar atas ekspor minyak mentah mereka melalui Sudan. Keputusan ini menyebabkan penutupan produksi minyak Sudan Selatan pada Januari 2012. Konflik antara Sudan dan Sudan Selatan pecah dalam pertempuran di perbatasan April lalu.
Saat ini, minyak adalah kelangsungan hidup bagi kedua negara. Perjanjian menandai langkah maju kedua negara untuk mengakhiri permusuhan
Pertikaian dimulai sejak Sudan Selatan merdeka pada Juli 2011 di bawah perjanjian damai 2005 dengan Khartoum. Sudan menuduh Sudan Selatan mendukung pemberontak di wilayah perbatasan. Sementara Sudan Selatan menuduh Khartoum sering membom sisi perbatasan yang masuk teritorial negaranya.
()