Pemerintah dan Kelompok Bersenjata Sudan Capai Kesepakatan Damai
Minggu, 04 Oktober 2020 - 20:02 WIB
loading...
Pemerintah Sudan dan kelompok bersenjata menandatangani kesepakatan damai di ibu kota Sudan Selatan, Juba, untuk mengakhiri konflik bersenjata. Foto/REUTERS
A
A
A
KHARTOUM - Pemerintah Sudan dan kelompok bersenjata menandatangani kesepakatan damai di ibu kota Sudan Selatan , Juba, untuk mengakhiri konflik bersenjata. Kesepakatan ini dicapai setelah hampir setahun negosiasi.
Penandatangan kesepakatan tersebut dihadiri oleh Presiden Sudan Selatan Salva Kiir, Ketua Dewan Kedaulatan Sudan Abdel Fattah al-Burhan dan Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok. ( Baca juga: Sudan Keluarkan Fatwa Larangan Normalisasi Hubungan dengan Israel )
Wakil Ketua Dewan Kedaulatan Sudan, Mohamed Hamdan Daqlu menandatangani kesepakatan mewakili pemerintah Sudan, sementara para pemimpin sembilan kelompok bersenjata mewakili Aliansi Front Revolusioner.
"Tidak akan ada lagi perang. Kami tidak akan menyimpang dari perdamaian. Kami menegaskan kembali keinginan kami untuk melaksanakan apa yang telah disepakati," ucap Burhan, seperti dilansir Xinhua pada Minggu (4/10/2020).
Sementara itu, Al-Hadi Idris, ketua Aliansi Front Revolusioner, mengimbau masyarakat internasional untuk mendukung implementasi perjanjian damai tersebut. ( Baca juga: Misi Perdamaian Dunia, Kapolri Lepas Satgas Garuda Bhayangkara ke Sudan dan Afrika Tengah )
Kesepakatan itu termasuk protokol pengaturan keamanan, pembagian kekuasaan dan kekayaan, kompensasi bagi orang-orang terlantar dan pengungsi, kepemilikan tanah, dan realisasi keadilan dan pembangunan.
Ketua Komisi Uni Afrika (AU), Moussa Faki, menegaskan kembali dukungan AU untuk kesepakatan damai di Sudan. "Implementasi kesepakatan lebih sulit daripada penandatanganannya. AU akan mendukung kesepakatan ini," katanya.
Penandatangan kesepakatan tersebut dihadiri oleh Presiden Sudan Selatan Salva Kiir, Ketua Dewan Kedaulatan Sudan Abdel Fattah al-Burhan dan Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok. ( Baca juga: Sudan Keluarkan Fatwa Larangan Normalisasi Hubungan dengan Israel )
Wakil Ketua Dewan Kedaulatan Sudan, Mohamed Hamdan Daqlu menandatangani kesepakatan mewakili pemerintah Sudan, sementara para pemimpin sembilan kelompok bersenjata mewakili Aliansi Front Revolusioner.
"Tidak akan ada lagi perang. Kami tidak akan menyimpang dari perdamaian. Kami menegaskan kembali keinginan kami untuk melaksanakan apa yang telah disepakati," ucap Burhan, seperti dilansir Xinhua pada Minggu (4/10/2020).
Sementara itu, Al-Hadi Idris, ketua Aliansi Front Revolusioner, mengimbau masyarakat internasional untuk mendukung implementasi perjanjian damai tersebut. ( Baca juga: Misi Perdamaian Dunia, Kapolri Lepas Satgas Garuda Bhayangkara ke Sudan dan Afrika Tengah )
Kesepakatan itu termasuk protokol pengaturan keamanan, pembagian kekuasaan dan kekayaan, kompensasi bagi orang-orang terlantar dan pengungsi, kepemilikan tanah, dan realisasi keadilan dan pembangunan.
Ketua Komisi Uni Afrika (AU), Moussa Faki, menegaskan kembali dukungan AU untuk kesepakatan damai di Sudan. "Implementasi kesepakatan lebih sulit daripada penandatanganannya. AU akan mendukung kesepakatan ini," katanya.
(esn)
Lihat Juga :