Gunung Tongariro meletus pertama kali setelah 100 tahun

Selasa, 07 Agustus 2012 - 14:32 WIB
Gunung Tongariro meletus...
Gunung Tongariro meletus pertama kali setelah 100 tahun
A A A
Sindonews.com - Setelah seabad tidak meletus, Gunung Tongariro di Selandia Baru mengeluarkan lava untuk pertama kalinya. Lembaga penelitian GNS Science melaporkan, gunung ini meletus Senin 6 Agustus malam pukul 11.50 waktu setempat.

Menteri Pertahanan Sipil Selandia Baru John Carter mengatakan, saat ini Gunung Tongariro diperkirakan masih akan menyeburkan letupan-letupan kecil. Meskipun letusan besar telah mereda, penduduk sekitar diperingatkan untuk tetap waspada.

Kementerian Pertahanan Sipil Selandia Baru mengumumkan, belum ada laporan korban luka akibat letusan Gunung Tongariro setelah pasif selama 100 tahun itu. Namun, dampak letusan gunung ini terasa hingga jarak 1 km di kaki gunung.

GNS Science mengungkapkan, aktivitas letusan Gunung Tongariro sudah mereda. Sekarang tidak ada abu dari puncak gunung berapi. Tidak ada lahar, aliran piroklastik, maupun lava.

“Penelitian pasca letusan pertama Gunung Tongariro masih terus dilakukan. Penyidikan lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui apa yang mungkin terjadi selanjutnya,” ujar seorang vulkanologi Ilmu GNS, seperti dikutip Sidney Morning Herald, Selasa (7/8/2012).

Gunung Tongariro memuntahkan abu dari kawah Maari Te di sisi utara gunung. Letusan itu memicu peringatan ancaman di kawasan Pulau Utara, Selandia Baru. Meletusnya gunung berapi ini sempat mengganggu penerbangan di atas Pulau Utara.

Sementara vulkanologi GNS Science Brad Scott mengatakan, letusan itu datang tanpa peringatan. Meskipun beberapa minggu lalu telah terlihat perubahan emisi gas yang menunjukkan beberapa bahan cair bergerak dalam gunung berapi.

Saat ini, hanya aktivitas gempa 15 sampai 20 menit di sekitar letusan yang menjadi perhatian utama peneliti GNS Science. Letusan Gunung Tongariro diduga didorong uap dari bahan cair baru yang muncul ke permukaan gunung.

GNS Science memiliki jaringan stasiun seismik, global-positioning system, dan kamera web pada gunung berapi, sehingga mereka bisa memantau aktivitas Gunung Tongariro selama beberapa minggu.
()
Berita Terkait
Angkat Keberagaman,...
Angkat Keberagaman, Ardern Tunjuk Wanita Maori Bertato hingga Pria Gay Dalam Kabinetnya
Bulan Depan, Selandia...
Bulan Depan, Selandia Baru Kembali Gelar Turnamen Tenis
Tersesat, Pinguin Antartika...
Tersesat, Pinguin Antartika Ini Berenang 3.000 km ke Selandia Baru
Selandia Baru Heboh,...
Selandia Baru Heboh, Kelelawar Menangkan Kontes Burung Tahunan
Negara Paling Damai...
Negara Paling Damai di Tahun 2022 Menurut Global Peace Index
Pelaku Penembakan Polisi...
Pelaku Penembakan Polisi Selandia Baru Tertangkap
Berita Terkini
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
25 menit yang lalu
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
1 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
1 jam yang lalu
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
2 jam yang lalu
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
3 jam yang lalu
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
3 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved