Pengganti Annan harus miliki strategi perdamaian
Sabtu, 04 Agustus 2012 - 12:57 WIB
Pengganti Annan harus miliki strategi perdamaian
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Qatar mengatakan, pengganti Kofi Annan sebagai utusan internasional untuk Suriah harus memiliki rencana baru. Strategi baru dibutuhkan guna mengejar kegagalan enam poin perdamaian yang telah disusun Annan.
"Harus ada modifikasi yang jelas untuk menyelesaikan konflik Suriah, sebab rencana enam poin telah gagal," papar Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Hamad bin Jassim al-Thani, seperti dikutip The Jerusalem Post, Sabtu (4/8/2012).
Menurut Hamad, siapapun penerus Kofi Annan perlu melakukan pembaruan. Saat ini, tidak ada satu pun dari rencana enam poin perdamaian yang dapat diterapkan di Suriah.
Saat ini, sebagai anggota perkumpulan negara Arab, Qatar sulit menerima utusan lain yang akan mewakili bangsa Arab maupun PBB di Suriah, karena keadaan telah benar-benar berubah.
“Bila ada utusan internasional yang ingin berpartisipasi, sebaiknya orang itu telah menyiapkan misi baru untuk mendamaikan Suriah," tambah Hamad.
Gencatan senjata di Suriah semakin meningkat setelah Annan mengundurkan diri sebagai wakil bersama untuk Liga Arab dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Presiden Suriah Bashar Assad dan kelompok pemberontak tidak kunjung berniat menyelesaikan konflik secara damai melalui dialog politik. Sementara ribuan warga sipil terus menjadi korban pertempuran.
"Harus ada modifikasi yang jelas untuk menyelesaikan konflik Suriah, sebab rencana enam poin telah gagal," papar Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Hamad bin Jassim al-Thani, seperti dikutip The Jerusalem Post, Sabtu (4/8/2012).
Menurut Hamad, siapapun penerus Kofi Annan perlu melakukan pembaruan. Saat ini, tidak ada satu pun dari rencana enam poin perdamaian yang dapat diterapkan di Suriah.
Saat ini, sebagai anggota perkumpulan negara Arab, Qatar sulit menerima utusan lain yang akan mewakili bangsa Arab maupun PBB di Suriah, karena keadaan telah benar-benar berubah.
“Bila ada utusan internasional yang ingin berpartisipasi, sebaiknya orang itu telah menyiapkan misi baru untuk mendamaikan Suriah," tambah Hamad.
Gencatan senjata di Suriah semakin meningkat setelah Annan mengundurkan diri sebagai wakil bersama untuk Liga Arab dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Presiden Suriah Bashar Assad dan kelompok pemberontak tidak kunjung berniat menyelesaikan konflik secara damai melalui dialog politik. Sementara ribuan warga sipil terus menjadi korban pertempuran.
()