Sketsa tersangka pengebom bus Bulgaria dipublikasi
Kamis, 02 Agustus 2012 - 01:22 WIB
Sketsa tersangka pengebom bus Bulgaria dipublikasi
A
A
A
Sindonews.com – Kepolisian Bulgaria telah mempublikasi sketsa wajah tersangka pelaku bom bunuh diri yang dua pekan lalu menghancurkan sebuah bus wisata, di Kota Burgas, pesisir Laut Hitam. Bom itu menewaskan lima turis Israel dan 30 orang lainnya luka-luka.
"Polisi tidak memperlihatkan foto pelaku bom yang tewas akibat ledakan, karena akan membuat publik gempar," papar Menteri Dalam Negeri Bulgaria Tsvetan Tsvetanov, seperti diberitakan BBC, Rabu (1/8/2012).
Sketsa wajah tersangka pengebom digambar dengan bantuan komputer. Pelaku peledakan bom itu diperkirakan berusia sekitar 30 tahun.
Sebelumnya, wajah pelaku bom bunuh diri itu hancur karena ledakan yang dahsyat, tetapi dengan bantuan teknologi, wajah yang hancur itu busa direkonstruksi. "Kami beruntung memiliki teknologi modern," ujar Tsvetanov.
Gambar tersebut memperlihatkan sesosok pria dengan rambut hitam yang disisir ke belakang dan mata berwarna gelap. Gambar itu akan diproses lebih lanjut untuk melacak identifikasi tersangka.
Penyidikan dilakukan setelah penelitian sidik jari dan contoh DNA (Deoxyribonucleic acid) tersangka tidak cocok dengan database internasional.
"Polisi tidak memperlihatkan foto pelaku bom yang tewas akibat ledakan, karena akan membuat publik gempar," papar Menteri Dalam Negeri Bulgaria Tsvetan Tsvetanov, seperti diberitakan BBC, Rabu (1/8/2012).
Sketsa wajah tersangka pengebom digambar dengan bantuan komputer. Pelaku peledakan bom itu diperkirakan berusia sekitar 30 tahun.
Sebelumnya, wajah pelaku bom bunuh diri itu hancur karena ledakan yang dahsyat, tetapi dengan bantuan teknologi, wajah yang hancur itu busa direkonstruksi. "Kami beruntung memiliki teknologi modern," ujar Tsvetanov.
Gambar tersebut memperlihatkan sesosok pria dengan rambut hitam yang disisir ke belakang dan mata berwarna gelap. Gambar itu akan diproses lebih lanjut untuk melacak identifikasi tersangka.
Penyidikan dilakukan setelah penelitian sidik jari dan contoh DNA (Deoxyribonucleic acid) tersangka tidak cocok dengan database internasional.
()