7 penambang di Meksiko tewas terkena ledakan gas
Kamis, 26 Juli 2012 - 16:18 WIB
7 penambang di Meksiko tewas terkena ledakan gas
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak tujuh orang penambang batu bara El Progreso, Coahuila, Meksiko, tewas terkena ledakan gas metana.
“Tabung gas meledak 75 meter di bawah tanah. Ledakan itu terjadi di tambang El Progreso yang terletak 150 km dari barat daya, daerah perbatasan Eagle Pass, Texas, Amerika Serikat (AS),” ujar Kepala Pasukan Pertahanan Coahuila Francisco Contreras Obregon, seperti dikutip Aljazeera, Kamis (26/7/2012).
Para penambang itu, rata-rata berusia 20- 39 tahun. Saat ini, jasad tujuh korban penambang sudah ditemukan. "Tambang ini tidak memiliki perlindungan keamanan yang memadai," sambung Juan Antonio Ibarra, petugas medis.
Penyelamatan korban ledakan di tambang itu melibatkan 50 orang petugas evakuasi dan dilakukan dengan sangat perlahan untuk mencegah terjadinya ledakan kembali.
Sebelumnya, perusahaan ini pernah dikenakan denda dan sanksi oleh Pemerintah Meksiko. Karena the "pozito" atau lubang kecil di tambang batubara yang dioperasikan perusahaan pertambangan Progreso El telah bermasalah.
“Tambang itu telah diperiksa 16 kali sejak 2009. Bahkan pembatasan akses diberlakukan sejak Juni 2012, setelah petugas mengetahui tidak ada pintu keluar darurat di lokasi pertambangan,” jelas pejabat Kementerian Tenaga Kerja Meksiko.
Sementara gas metana sudah dinyatakan sebagai zat berbahaya yang sering digunakan di tambang batu bara berskala kecil di Coahuila. Pada 2006, sebanyak 65 penambang tewas dalam sebuah ledakan di lokasi tambang batubara lain di Coahuila.
“Tabung gas meledak 75 meter di bawah tanah. Ledakan itu terjadi di tambang El Progreso yang terletak 150 km dari barat daya, daerah perbatasan Eagle Pass, Texas, Amerika Serikat (AS),” ujar Kepala Pasukan Pertahanan Coahuila Francisco Contreras Obregon, seperti dikutip Aljazeera, Kamis (26/7/2012).
Para penambang itu, rata-rata berusia 20- 39 tahun. Saat ini, jasad tujuh korban penambang sudah ditemukan. "Tambang ini tidak memiliki perlindungan keamanan yang memadai," sambung Juan Antonio Ibarra, petugas medis.
Penyelamatan korban ledakan di tambang itu melibatkan 50 orang petugas evakuasi dan dilakukan dengan sangat perlahan untuk mencegah terjadinya ledakan kembali.
Sebelumnya, perusahaan ini pernah dikenakan denda dan sanksi oleh Pemerintah Meksiko. Karena the "pozito" atau lubang kecil di tambang batubara yang dioperasikan perusahaan pertambangan Progreso El telah bermasalah.
“Tambang itu telah diperiksa 16 kali sejak 2009. Bahkan pembatasan akses diberlakukan sejak Juni 2012, setelah petugas mengetahui tidak ada pintu keluar darurat di lokasi pertambangan,” jelas pejabat Kementerian Tenaga Kerja Meksiko.
Sementara gas metana sudah dinyatakan sebagai zat berbahaya yang sering digunakan di tambang batu bara berskala kecil di Coahuila. Pada 2006, sebanyak 65 penambang tewas dalam sebuah ledakan di lokasi tambang batubara lain di Coahuila.
()