Afrika Selatan legalkan perdagangan cula badak

Selasa, 24 Juli 2012 - 15:46 WIB
Afrika Selatan legalkan...
Afrika Selatan legalkan perdagangan cula badak
A A A
Sindonews.com - Beberapa lembaga konservasi dan pemilik suaka margasatwa di Afrika Selatan menganjurkan legalisasi perdagangan cula badak. Padahal, saat ini perdagangan cula badak dilarang dalam perjanjian internasional.

Lembaga tersebut memperbolehkan penjualan cula badak yang telah mati, karena dana yang diperoleh akan digunakan untuk membiayai upaya anti perburuan. ”Pemerintah Afrika Selatan tidak memiliki sumber daya untuk menghentikan para pemburu. Sementara badak semakin terancam akibat serangan pemburu yang mengincar tanduknya,” ujar ketua Asosiasoi Penangkar Badak di Afrika Selatan, Pelham Jones, seperti dikutip VOA, Selasa (24/7/2012).

Menurut Jones, cara terbaik untuk menyelamatkan badak adalah mencabut larangan perdagangan cula badak. Afrika Selatan memiliki lebih dari 25 ton stok cula badak. Tanduk tersebut berasal dari hewan yang mati karena alasan alamiah atau tanduk yang terputus selama relokasi.

Jones menambahkan, perdagangan cula badak bisa mengurangi harga dan insentif bagi perburuan. Tes deoxyribonucleic acid (DNA) akan digunakan untuk memastikan hanya tanduk badak mati yang dapat diperdagangkan.

Sedangkan pajak dan biaya dari penjualan tanduk badak itu dapat digunakan untuk mendanai peningkatan keamanan serta langkah konservasi selanjutnya.

Berdasarkan data Margasatwa Dunia, sebanyak 448 badak diburu pada 2011 dan lebih dari setengah jumlah tersebut sudah tewas secara ilegal sepanjang tahun 2012. Saat ini, permintaan tanduk badak meningkat dari China, Vietnam dan Thailand. Sebelumnya, Jepang, Taiwan serta Korea Selatan merupakan pengguna utama cula badak.

Meskipun kasus perburuan cula badak terus meningkat, tetapi negara-negara lain di Asia telah berhasil menghambat perdagangan ilegal tersebut. Jumlah populasi badak di seluruh dunia tetap stabil pada kisaran 20 ribu.
()
Berita Terkait
Indonesia Dorong Aksi...
Indonesia Dorong Aksi Nyata Pemberdayaan Perempuan di G20 Afrika Selatan
4 Alasan Afrika Selatan...
4 Alasan Afrika Selatan Selalu Jadi Pusat Pergeseran Tatanan kekuatan Global pada 2025
Gedung Parlemen Afrika...
Gedung Parlemen Afrika Selatan di Cape Town Terbakar
Presiden Afsel Berupaya...
Presiden Afsel Berupaya Pertahankan Kekuasaan di Tengah Skandal Korupsi
25.000 Tentara Dikerahkan...
25.000 Tentara Dikerahkan untuk Redam Kerusuhan di Afrika Selatan
Kerusuhan Afrika Selatan...
Kerusuhan Afrika Selatan Menggila, 212 Orang Tewas Secara Brutal
Berita Terkini
Presiden Lebanon Kecam...
Presiden Lebanon Kecam Hizbullah, Iran, dan IRGC: Ini Bukan Negaramu, Ini Negara Kami!
7 menit yang lalu
Terungkap, Israel Kerahkan...
Terungkap, Israel Kerahkan Pasukan Elite ke Azerbaijan untuk Perang Melawan Iran
46 menit yang lalu
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
1 jam yang lalu
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
1 jam yang lalu
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
9 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
10 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved