Iran desak PBB hentikan pembantaian di Myanmar
Sabtu, 21 Juli 2012 - 15:54 WIB
Iran desak PBB hentikan pembantaian di Myanmar
A
A
A
Sindonews.com – Wakil Iran untuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB telah mendesak Sekjen PBB Ban-Ki Moon untuk segera mengakhiri penderitaan etnis minoritas Muslim Rohingya di Myanmar.
Saat ini, Khazaie telah menyampaikan surat langsung kepada Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Navi Pillay dan Direktur Kantor PBB untuk Urusan Kemanusiaan Valeri Amos. "Pembersihan etnis dan agama di bawah dalih apa pun tidak dapat dibenarkan menurut hukum internasional," jelas Mohammad Khazaie dalam surat itu, seperti dikutip Presstv, Sabtu (21/7/2012).
Menurut dia, kekerasan yang dilakukan pasukan keamanan Myanmar terhadap minoritas Muslim Rohingya telah mengakibatkan kematian ratusan warga sipil tak bersalah, perusakan masjid dan rumah-rumah, serta pengusiran dari tanah air mereka. Tindakan ini merupakan pelanggaran terhadap hak-hak fundamental Muslim Rohingya.
"PBB harus mengambil langkah tegas guna melindungi hak kaum Muslim dengan memanggil Pemerintah di Myanmar untuk mengakhiri kekerasan di sana," ungkap Khazaie.
Sementara itu, Presiden Myanmar Thein Sein pada Jumat 20 Juli lalu menyatakan, kaum Muslim Rohingya harus diusir dari negeri dan dikirim ke kamp pengungsi yang dikelola oleh PBB. Setidaknya 78 orang tewas di Myanmar selama enam minggu terakhir, setelah keadaan darurat diumumkan di bagian barat Rakhine.
Saat ini, Khazaie telah menyampaikan surat langsung kepada Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Navi Pillay dan Direktur Kantor PBB untuk Urusan Kemanusiaan Valeri Amos. "Pembersihan etnis dan agama di bawah dalih apa pun tidak dapat dibenarkan menurut hukum internasional," jelas Mohammad Khazaie dalam surat itu, seperti dikutip Presstv, Sabtu (21/7/2012).
Menurut dia, kekerasan yang dilakukan pasukan keamanan Myanmar terhadap minoritas Muslim Rohingya telah mengakibatkan kematian ratusan warga sipil tak bersalah, perusakan masjid dan rumah-rumah, serta pengusiran dari tanah air mereka. Tindakan ini merupakan pelanggaran terhadap hak-hak fundamental Muslim Rohingya.
"PBB harus mengambil langkah tegas guna melindungi hak kaum Muslim dengan memanggil Pemerintah di Myanmar untuk mengakhiri kekerasan di sana," ungkap Khazaie.
Sementara itu, Presiden Myanmar Thein Sein pada Jumat 20 Juli lalu menyatakan, kaum Muslim Rohingya harus diusir dari negeri dan dikirim ke kamp pengungsi yang dikelola oleh PBB. Setidaknya 78 orang tewas di Myanmar selama enam minggu terakhir, setelah keadaan darurat diumumkan di bagian barat Rakhine.
()