Pemicu bentrokan tak diketahui, 58 tewas di Darfur
Jum'at, 20 Juli 2012 - 14:52 WIB
Pemicu bentrokan tak diketahui, 58 tewas di Darfur
A
A
A
Sindonews.com – Bentrokan antara tentara Sudan Selatan dan suku Arab Darfur menewaskan 58 orang dan 85 lainnya cidera. Serangan tersebut terjadi di Balballa, Darfur, yang berbatasan Bahrul Ghazal Barat, Sudan Selatan.
"Bentrokan terjadi antara suku Rizeigat dan Tentara Pembebasan Rakyat Sudan (Sudan People's Liberation Army/SPLA). Tidak diketahui siapa yang pertama kali menyerang," ujar Pemimpin suku Rizeigat Arab, Mohamed Eissa Aliu di Darfur, seperti dikutip Reuters, Jumat (20/7/2012).
Sementara itu, SPLA mengatakan mereka diserang Tentara Sudan Utara (Sudan Alliance Forces/SAF) di Raja, daerah terpencil di Bahrul Ghazal Barat, dekat kantor lima pejabat utama Partai National Kongres (National Congress Party/NCP).
Ketegangan di perbatasan antara Sudan Utara-Selatan meningkat setelah hasil Pemilihan Umum (Pemilu) diumumkan. Pemilu ini merupakan pemungutan suara pertama yang dilakukan secara terbuka setelah 24 tahun negara itu tidak demokratis.
Sudan Selatan sebagai penghasil minyak diizinkan untuk membentuk tentara dan pemerintahan semi-otonom dalam kesepakatan damai 2005. Kebijakan itu diberikan untuk mengakhiri lebih dari dua dasawarsa perang saudara dengan Sudan bagian utara.
"Bentrokan terjadi antara suku Rizeigat dan Tentara Pembebasan Rakyat Sudan (Sudan People's Liberation Army/SPLA). Tidak diketahui siapa yang pertama kali menyerang," ujar Pemimpin suku Rizeigat Arab, Mohamed Eissa Aliu di Darfur, seperti dikutip Reuters, Jumat (20/7/2012).
Sementara itu, SPLA mengatakan mereka diserang Tentara Sudan Utara (Sudan Alliance Forces/SAF) di Raja, daerah terpencil di Bahrul Ghazal Barat, dekat kantor lima pejabat utama Partai National Kongres (National Congress Party/NCP).
Ketegangan di perbatasan antara Sudan Utara-Selatan meningkat setelah hasil Pemilihan Umum (Pemilu) diumumkan. Pemilu ini merupakan pemungutan suara pertama yang dilakukan secara terbuka setelah 24 tahun negara itu tidak demokratis.
Sudan Selatan sebagai penghasil minyak diizinkan untuk membentuk tentara dan pemerintahan semi-otonom dalam kesepakatan damai 2005. Kebijakan itu diberikan untuk mengakhiri lebih dari dua dasawarsa perang saudara dengan Sudan bagian utara.
()