Presiden Rusia bantah lindungi Assad
Kamis, 19 Juli 2012 - 22:14 WIB
Presiden Rusia bantah lindungi Assad
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Rusia Vladimir Putin membantah tudingan bahwa negaranya menyediakan tempat aman bagi Presiden Suriah Bashar al-Assad dan keluarganya. Pemerintah Rusia mengatakan tidak memiliki kepentingan apakah Assad tetap berkuasa atau tidak.
Sebelumnya, istri Assad, Asma Assad dikabarkan melarikan diri ke Rusia setelah ledakan bom dahsyat mengguncang markas besar keamanan nasional Suriah. Keluarga Assad dilaporkan menghilang pasca serangan oposisi menghancurkan ibu kota Damaskus dan membunuh tiga orang pejabat Suriah.
"Tidak ada pembicaraan mengenai tujuan mana pun," ujar Presiden Rusia Vladimir Putin, seperti dikutip RIA Novosti, Kamis (19/7/2012).
Saat ini, Pemerintah Rusia hanya peduli pada rakyat Suriah. Prioritas Rusia yaitu mengaspirasikan kehendak rakyat Suriah untuk menentukan nasib mereka selanjutnya.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menegaskan, kabar bahwa Rusia menawarkan perlindungan bagi Assad hanya rumor belaka.
Rusia mendapat tekanan internasional atas penolakannya terhadap resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Suriah. Selain itu, Rusia juga dianggap sebagai ancaman oleh pihak Barat dan Liga Arab.
Sebelumnya, istri Assad, Asma Assad dikabarkan melarikan diri ke Rusia setelah ledakan bom dahsyat mengguncang markas besar keamanan nasional Suriah. Keluarga Assad dilaporkan menghilang pasca serangan oposisi menghancurkan ibu kota Damaskus dan membunuh tiga orang pejabat Suriah.
"Tidak ada pembicaraan mengenai tujuan mana pun," ujar Presiden Rusia Vladimir Putin, seperti dikutip RIA Novosti, Kamis (19/7/2012).
Saat ini, Pemerintah Rusia hanya peduli pada rakyat Suriah. Prioritas Rusia yaitu mengaspirasikan kehendak rakyat Suriah untuk menentukan nasib mereka selanjutnya.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menegaskan, kabar bahwa Rusia menawarkan perlindungan bagi Assad hanya rumor belaka.
Rusia mendapat tekanan internasional atas penolakannya terhadap resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Suriah. Selain itu, Rusia juga dianggap sebagai ancaman oleh pihak Barat dan Liga Arab.
()