Ledakan Bus di Bulgaria, 6 tewas
Kamis, 19 Juli 2012 - 14:11 WIB
Ledakan Bus di Bulgaria, 6 tewas
A
A
A
Sindonews.com – Enam orang tewas dan 32 terluka dalam ledakan keras di bus wisata di Bandara Burgas, Bulgaria. Para korban merupakan wisatawan dari penerbangan charter Nomor 392 di Viva Air, Tel Aviv.
Menteri Luar Negeri Bulgaria Nikolay Mladenov, setelah mendapat kabar, langsug pergi ke tempat kejadian. Nikolay mengungkapkan, lima orang tewas di tempat kejadian dan satu meninggal di rumah sakit. Sementara 35 korban lainnya dirawat di rumah sakit. Tiga orang diantaranya dalam perawatan intensif.
“Ledakan ini sebagai serangan teroris, karena itu, Bandara Burgas telah ditutup sementara,” ujar Menlu Mladenov.
Kelompok wisatawan itu terdiri atas 154 penumpang, termasuk 146 orang dewasa dan delapan anak-anak. Di antara penumpang adalah satu warga negara Italia, satu Slovakia dan satu warga negara AS. Selebihnya merupakan warga Israel.
"Pemerintah Bulgaria akan segera memperjelas penyebab kejadian mengerikan ini," kata Menlu Mladenov, seperti dikutip Xinhua, Kamis (18/7/2012).
Dalam percakapan dengan Menlu Israel Avigdor Lieberman, Menlu Mladenov meminta kejelasan informasi dan rincian kejadian. Pejabat Bulgaria langsung menghubungi Pemerintah Israel untuk memberikan informasi setiap jam ke media di tempat kejadian.
Selain itu, Menlu Mladenov telah menyatakan belasungkawanya kepada keluarga korban dan rakyat Bulgaria. Sementara Presiden Bulgaria Rosen Plevneliev dan Menteri Dalam Negeri Tsvetan Tsvetanov juga pergi ke tempat kejadian.
Menteri Luar Negeri Bulgaria Nikolay Mladenov, setelah mendapat kabar, langsug pergi ke tempat kejadian. Nikolay mengungkapkan, lima orang tewas di tempat kejadian dan satu meninggal di rumah sakit. Sementara 35 korban lainnya dirawat di rumah sakit. Tiga orang diantaranya dalam perawatan intensif.
“Ledakan ini sebagai serangan teroris, karena itu, Bandara Burgas telah ditutup sementara,” ujar Menlu Mladenov.
Kelompok wisatawan itu terdiri atas 154 penumpang, termasuk 146 orang dewasa dan delapan anak-anak. Di antara penumpang adalah satu warga negara Italia, satu Slovakia dan satu warga negara AS. Selebihnya merupakan warga Israel.
"Pemerintah Bulgaria akan segera memperjelas penyebab kejadian mengerikan ini," kata Menlu Mladenov, seperti dikutip Xinhua, Kamis (18/7/2012).
Dalam percakapan dengan Menlu Israel Avigdor Lieberman, Menlu Mladenov meminta kejelasan informasi dan rincian kejadian. Pejabat Bulgaria langsung menghubungi Pemerintah Israel untuk memberikan informasi setiap jam ke media di tempat kejadian.
Selain itu, Menlu Mladenov telah menyatakan belasungkawanya kepada keluarga korban dan rakyat Bulgaria. Sementara Presiden Bulgaria Rosen Plevneliev dan Menteri Dalam Negeri Tsvetan Tsvetanov juga pergi ke tempat kejadian.
()