Jamaat E-Islami protes pembukaan jalur NATO
Senin, 16 Juli 2012 - 23:01 WIB
Jamaat E-Islami protes pembukaan jalur NATO
A
A
A
Sindonews.com – Ratusan pendukung partai Jamaat E-Islami berunjuk rasa memprotes dibukanya kembali rute logistik NATO ke Afghanistan. Para demonstran tersebut melakukan pawai ke kota pelabuhan Karachi, Pakistan bagian selatan.
Pendukung Jamaat E-Islami meneriakkan semboyan anti-Amerika Serikat (AS) dan membawa spanduk yang mengutuk pembukaan kembali jalur logistik tersebut, setelah ditutup selama tujuh bulan. Para demonstran berhasil menurunkan perbekalan NATO di pelabuhan Karachi, untuk diteruskan ke Afghanistan.
“Perang terhadap teror adalah perang AS, bukan Pakistan,” tegas Ketua Jamaat E-Islami Syed Munawar Hasan, seperti dikutip VOA, Senin (16/7/2012).
Sementara itu, juru bicara Departemen Luar Negeri Pakistan Moazzam Ahmed Khan mengungkapkan, AS dan Pakistan akan menandatangani perjanjian yang meresmikan jalur logistik NATO ke Afghanistan melalui wilayah Pakistan.
Saat ini Kedua negara hampir menyelesaikan pembicaraan tingkat teknis, namun belum ada kesepakatan yang jelas. “Baik AS maupun Pakistan sekarang sedang menyelesaikan proses di dalam negeri masing-masing, sehinnga tanggal penandatanganan kesepakatan itu belum ditetapkan,” ujar Khan.
Bulan Juni ini, Pemerintah Pakistan membuka kembali jalur logistik NATO, setelah AS meminta maaf atas tewasnya 24 tentara Pakistan dalam serangan udara. Serangan yang tak disengaja itu terjadi di perbatasan Pakistan dengan Afghanistan pada November 2011 lalu.
Pendukung Jamaat E-Islami meneriakkan semboyan anti-Amerika Serikat (AS) dan membawa spanduk yang mengutuk pembukaan kembali jalur logistik tersebut, setelah ditutup selama tujuh bulan. Para demonstran berhasil menurunkan perbekalan NATO di pelabuhan Karachi, untuk diteruskan ke Afghanistan.
“Perang terhadap teror adalah perang AS, bukan Pakistan,” tegas Ketua Jamaat E-Islami Syed Munawar Hasan, seperti dikutip VOA, Senin (16/7/2012).
Sementara itu, juru bicara Departemen Luar Negeri Pakistan Moazzam Ahmed Khan mengungkapkan, AS dan Pakistan akan menandatangani perjanjian yang meresmikan jalur logistik NATO ke Afghanistan melalui wilayah Pakistan.
Saat ini Kedua negara hampir menyelesaikan pembicaraan tingkat teknis, namun belum ada kesepakatan yang jelas. “Baik AS maupun Pakistan sekarang sedang menyelesaikan proses di dalam negeri masing-masing, sehinnga tanggal penandatanganan kesepakatan itu belum ditetapkan,” ujar Khan.
Bulan Juni ini, Pemerintah Pakistan membuka kembali jalur logistik NATO, setelah AS meminta maaf atas tewasnya 24 tentara Pakistan dalam serangan udara. Serangan yang tak disengaja itu terjadi di perbatasan Pakistan dengan Afghanistan pada November 2011 lalu.
()