Kuba dilanda wabah kolera
Senin, 09 Juli 2012 - 06:09 WIB
Kuba dilanda wabah kolera
A
A
A
Sindonews.com – Seorang warga di Ibu Kota Kuba, Havana, meninggal dunia akibat kolera. Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari setelah tiga warga kota Manzanillo di tenggara negeri ini meninggal dunia akibat wabah kolera.
Pemerintah Kuba mengatakan, sekitar 50 orang terdiagnosa terkena kolera dan 1.000 orang lainnya menjalani perawatan medis serius. Wabah penyakit kolera di Kuba mulai merebak di kota Manzanillo. Seperti dikutip dari BBC, Senin (9/7/2012).
Saat ini, pemerintah telah berhasil mengatasi penyebaran penyakit itu dan empat rumah sakit disiapkan untuk mengisolasi pasien kolera. Selama lebih dari satu pekan para dokter di Havana bekerja bergiliran untuk mencari gejala-gejala kolera pada tiap pasien. Para pekerja medis di Havana terus melakukan diagnosa pada para pasien. Pasien anak-anak, perempuan hamil dan orang tua menjadi prioritas utama.
Sumber penyebaran penyakit ini belum diketahui, tetapi sejumlah orang mengatakan warga jatuh sakit setelah meminum air dari sumur yang terkontaminasi. Sebagian besar kasus wabah kolera di Kuba ini terjadi di Provinsi Granma, yang berjarak 750 km sebelah tenggara dari Havana.
Ratusan pekerja medis di kawasan ini, termasuk para perawat, pernah bekerja merawat para korban gempa bumi Haitu yang tertular kolera. Seluruh pekerja medis sejauh ini telah melakukan banyak upaya untuk memberikan pelayanan terbaik untuk para pasien.
Kolera adalah infeksi bakteria yang dapat menyebabkan penderitanya mengalami diare dan dehidrasi parah. Kementerian Kesehatan Kuba mengatakan, wabah kolera terakhir kali merebak di negara pulau itu tak lama setelah revolusi 1959 pecah.
Pemerintah Kuba mengatakan, sekitar 50 orang terdiagnosa terkena kolera dan 1.000 orang lainnya menjalani perawatan medis serius. Wabah penyakit kolera di Kuba mulai merebak di kota Manzanillo. Seperti dikutip dari BBC, Senin (9/7/2012).
Saat ini, pemerintah telah berhasil mengatasi penyebaran penyakit itu dan empat rumah sakit disiapkan untuk mengisolasi pasien kolera. Selama lebih dari satu pekan para dokter di Havana bekerja bergiliran untuk mencari gejala-gejala kolera pada tiap pasien. Para pekerja medis di Havana terus melakukan diagnosa pada para pasien. Pasien anak-anak, perempuan hamil dan orang tua menjadi prioritas utama.
Sumber penyebaran penyakit ini belum diketahui, tetapi sejumlah orang mengatakan warga jatuh sakit setelah meminum air dari sumur yang terkontaminasi. Sebagian besar kasus wabah kolera di Kuba ini terjadi di Provinsi Granma, yang berjarak 750 km sebelah tenggara dari Havana.
Ratusan pekerja medis di kawasan ini, termasuk para perawat, pernah bekerja merawat para korban gempa bumi Haitu yang tertular kolera. Seluruh pekerja medis sejauh ini telah melakukan banyak upaya untuk memberikan pelayanan terbaik untuk para pasien.
Kolera adalah infeksi bakteria yang dapat menyebabkan penderitanya mengalami diare dan dehidrasi parah. Kementerian Kesehatan Kuba mengatakan, wabah kolera terakhir kali merebak di negara pulau itu tak lama setelah revolusi 1959 pecah.
()