Demo Besar Pecah di Kuba, Serukan Penggulingan Kediktatoran Komunis

loading...
Demo Besar Pecah di Kuba, Serukan Penggulingan Kediktatoran Komunis
Demonstran anti-pemerintah bentrok dengan pasukan polisi berpakaian sipil dalam unjuk rasa di Havana, Minggu. Foto/REUTERS
HAVANA - Ribuan orang turun ke jalan dalam protes besar anti-rezim pemerintah komunis yang jarang terjadi di Kuba . Massa yang frustrasi dengan pandemi COVID-19 dan krisis ekonomi berteriak "jatuhkan kediktatoran” dan “kami menginginkan kebebasan".

Protes besar terjadi pada hari Minggu waktu setempat di San Antonio de los Banos, sebuah kota berpenduduk sekitar 50.000 orang di barat daya Havana. Ribuan demonstran yang didominasi kaum muda meneriakkan penghinaan terhadap Presiden Miguel Diaz-Canel.

Baca juga: Pasangan Ini Bulan Madu di Kota Nudis Terbesar di Dunia, Belanja dan Makan Pun Telanjang

“Kami tidak takut,” teriak para demonstran.



"Saya baru saja berjalan melalui kota mencari untuk membeli makanan dan ada banyak orang di sana, beberapa dengan [memegang] tanda-tanda, memprotes," kata penduduk setempat Claris Ramirez kepada kantor berita Reuters melalui telepon, yang dilansir Senin (12/7/2021).

“Mereka memprotes pemadaman [listrik], tidak ada obat,” ujarnya.

Ribuan orang juga berkumpul di pusat kota Havana dan di sepanjang bagian jalan tepi pantai di tengah kehadiran polisi yang padat, sementara protes terjadi di kemudian hari di Palma Soriano, Santiago de Cuba.

Demonstrasi terjadi ketika Kuba mengalami fase terberatnya dari krisis virus corona, dan pada hari yang sama melaporkan rekor harian baru infeksi dan kematian.

Kemarahan sosial didorong oleh antrean makanan yang panjang dan kekurangan obat-obatan sejak dimulainya pandemi COVID-19, dengan Kuba masih menderita akibat sanksi Amerika Serikat (AS).
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top