Gara-gara Lockdown Corona, Dunia Krisis Kondom

Sabtu, 28 Maret 2020 - 13:35 WIB
Gara-gara Lockdown Corona,...
Gara-gara Lockdown Corona, Dunia Krisis Kondom
A A A
KUALA LUMPUR - Lockdown yang diberlakukan di Malaysia untuk menghambat penyebaran virus corona baru, COVID-19, menyebabkan dunia dilanda krisis atau kekurangan kondom.

Produsen alat kontrasepsi terbesar di dunia adalah Karex Berhad yang berbasis di Malaysia. Lockdown telah memaksa perusahaan itu menghentikan produksinya.

Sekadar diketahui, Karex Berhad (KARE.KL) memproduksi satu dari setiap lima kondom global. Perusahaan itu belum menghasilkan satu kondom pun dari tiga pabriknya di Malaysia selama lebih dari seminggu karena terpengaruh dampak lockdown yang diberlakukan pemerintah.

Berhentinya produksi membuat dunia saat ini kekurangan 100 juta alat kontrasepsi tersebut. Biasanya, produk perusahaan Malaysia itu dipasarkan secara internasional oleh merek-merek top seperti Durex.

Selain itu juga dipasok ke sistem perawatan kesehatan berbagai negara seperti NHS (Layanan Kesehatan Nasional) Inggris atau pun didistribusikan oleh program bantuan internasional seperti UN Population Fund (Dana Populasi PBB).

Perusahaan diberi izin untuk memulai kembali produksi pada hari Jumat, tetapi dengan hanya 50 persen dari tenaga kerjanya, di bawah pengecualian khusus untuk industri kritis.

"Ini akan memakan waktu untuk memulai pabrik dan kami akan berjuang untuk memenuhi permintaan dengan kapasitas setengahnya," kata Kepala Eksekutif Karex Berhad, Goh Miah Kiat, kepada Reuters, yang dikutip Sabtu (28/3/2020). (Baca juga: Kasus COVID-19 AS Terbanyak Sedunia, Hillary Sindir 'America First' Trump )

"Kita akan melihat kekurangan global kondom di mana-mana, yang akan menakutkan," katanya lagi. “Kekhawatiran saya adalah bahwa untuk banyak program kemanusiaan di Afrika, kekurangannya bukan hanya dua minggu atau sebulan. Kekurangan ini bisa berlangsung berbulan-bulan."

Malaysia adalah negara yang terkena dampak terburuk COVID-19 di Asia Tenggara, dengan memiliki 2.161 kasus infeksi dan 26 kematian. Lockdown nasional di negara itu berlaku hingga 14 April.

Negara-negara penghasil kondom utama lainnya adalah China—tempat virus corona COVID-19 pertama kali muncul—, India dan Thailand.

Pembuat barang-barang penting lainnya seperti sarung tangan medis juga menghadapi masalah dalam operasi mereka di Malaysia.

Dalam komentar melalui email, juru bicara Durex mengatakan operasi terus berjalan seperti biasa dan perusahaan tidak mengalami kekurangan pasokan. "Bagi konsumen kami, banyak di antaranya tidak dapat mengakses toko, toko online Durex kami tetap terbuka untuk bisnis."

"Hal yang baik adalah bahwa permintaan kondom masih sangat kuat karena suka atau tidak, itu masih penting untuk dimiliki," kata Goh. “Mengingat bahwa pada saat ini orang mungkin tidak berencana untuk memiliki anak. Ini bukan waktunya, dengan begitu banyak ketidakpastian."
(mas)
Berita Terkait
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Staf Positif Corona,...
Staf Positif Corona, PM Malaysia Jalani Karantina Mandiri
Pulang dari Malaysia,...
Pulang dari Malaysia, Bayi 4 Bulan di Sumsel Positif COVID-19
Langgar Perintah Di...
Langgar Perintah 'Di Rumah Aja', Malaysia Jebloskan 58 Orang ke Sel
Berita Terkini
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
10 menit yang lalu
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
52 menit yang lalu
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
1 jam yang lalu
4 Sinyal Putin untuk...
4 Sinyal Putin untuk KTT NATO, Kehancuran Kyiv Akibat Serangan Rudal Rusia
1 jam yang lalu
Trump Bela Intervensinya...
Trump Bela Intervensinya yang Batalkan Kartu Merah Striker AS di Piala Dunia
1 jam yang lalu
3 Alasan Pemakaman Khamenei...
3 Alasan Pemakaman Khamenei Bisa Pecahkan Rekor Sejarah, Dihadiri 15 Juta Orang
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved