Horor, Ekuador Evakuasi Mayat-mayat Korban Corona dari Rumah

Sabtu, 28 Maret 2020 - 10:42 WIB
Horor, Ekuador Evakuasi...
Horor, Ekuador Evakuasi Mayat-mayat Korban Corona dari Rumah
A A A
QUITO - Pemandangan mengerikan terjadi Ekuador di tengah pandemi virus corona baru, COVID-19. Otoritas terkait di negara itu mengevakuasi 100 mayat, termasuk korban COVID-19, dari beberapa rumah di kota Guayaquil dalam tiga hari.

Pemindahan jasad secara massal itu dilakukan setelah masyarakat mengeluh bahwa mereka tidak memiliki cara untuk membuang jasad-jasad kerabatnya di tengah pandemi virus corona.

Guayaquil merupakan kota pesisir yang memiliki konsentrasi kasus COVID-19 terbesar di negara itu. Militer telah memberlakukan jam malam setelah pemerintah menyatakan darurat kesehatan nasional.

Menteri Dalam Negeri Maria Paula Romo mengatakan pada hari Jumat bahwa jam malam telah membatasi jam operasional rumah duka dan membuat beberapa anggota keluarga tidak punya pilihan selain menjaga kerabat yang meninggal di rumah mereka.

"Beberapa kematian ini terkait dengan virus corona dan yang lainnya tidak," katanya dalam sebuah wawancara dengan penyiar MaxTv, seperti dikutip Reuters, Sabtu (28/3/2020).

Ekuador pada hari Jumat telah melaporkan 1.627 kasus infeksi dan 41 kematian akibat virus corona baru. Lebih dari 70 persen kasus ada di provinsi Guayas, tempat kota Guayaquil berada.

Romo mengakui sebagian besar dari mereka yang telah meninggal di rumah-rumah belum dites virus corona, dan karenanya tidak akan muncul dalam penghitungan resmi kematian nasional sebagai korban COVID-19.

Di media sosial dan dalam wawancara dengan media lokal, warga Guayaquil mengeluhkan keterlambatan lebih dari 24 jam untuk mengevakuasi jasad-jasad kerabat mereka. Kondisi itu, menurut mereka, menciptakan risiko penyebaran penyakit lebih lanjut.

Satu kasus seperti itu adalah kasus Bolivar Reyes, 43, seorang pedagang jus, yang meninggal setelah menderita gejala yang konsisten dengan COVID-19. Dia tidak pernah dites untuk virus corona. Hal itu diungkap istri korban, Rosa Romero, dalam sebuah wawancara telepon.

Jasad Reyes tetap berada di dalam rumahnya di kawasan miskin di Guayaquil utara selama lebih dari satu hari karena kru yang bertugas mengangkat jasad kewalahan.

"Mereka mengatakan kepada saya untuk bersabar, bahwa mereka tidak dapat tiba karena mereka hanya memiliki satu kendaraan yang perlu pergi ke sejumlah tempat," kata Romero.

"Para tetangga mengatakan kepada saya bahwa jika saya tidak menyingkirkan (jasad), mereka akan membakar rumah saya."
(mas)
Berita Terkait
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Kasus Corona di Ekuador...
Kasus Corona di Ekuador Dua Kali Lipat Lebih Tinggi
Dilaporkan Meninggal...
Dilaporkan Meninggal karena Corona, Wanita Ekuador Ditemukan Masih Hidup di RS
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Korban Berjatuhan, Corona...
Korban Berjatuhan, Corona Hantam Ibu Kota Bisnis Ekuador 'Seperti Bom'
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
5 jam yang lalu
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
6 jam yang lalu
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
7 jam yang lalu
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
8 jam yang lalu
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
9 jam yang lalu
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
10 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved