Rusia Tidak Terima Dituding Lakukan Kejahatan Perang di Suriah
Selasa, 03 Maret 2020 - 20:22 WIB
Rusia Tidak Terima Dituding Lakukan Kejahatan Perang di Suriah
A
A
A
MOSKOW - Kremlin dengan tegas menolak tuduhan PBB bahwa Rusia mungkin telah melakukan kejahatan perang di Suriah tahun lalu. Kremlin menyebut bahwa para penyelidik PBB tidak mengetahui apa yang terjadi di lapangan.
"Kami sangat menolak klaim ini," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.
"Jelas bahwa satu komite tidak dapat memiliki informasi yang dapat diandalkan tentang apa yang terjadi di lapangan," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (3/3/2020).
Para penyelidik PBB, dalam sebuah laporan menuturkan, Rusia dan Turki mungkin telah melakukan kejahatan perang di Suriah. Dalam laporan itu disebutkan bahwa Rusia membunuh warga sipil dalam serangan udara di Suriah dan pemberontak yang bersekutu dengan Turki melakukan pembunuhan dan penjarahan di daerah-daerah Kurdi.
Laporan, yang dibuat berdasarkan informasi dan data yang dikumpulkan dari dari Juli 2019 hingga Februari 2020, menemukan bahwa Rusia melakukan serangan udara di sebuah pasar di Suriah dan sebuah kamp untuk para pengungsi yang menewaskan puluhan warga sipil pada bulan Juli dan Agustus.
"Dalam kedua insiden itu, Angkatan Udara Rusia tidak mengarahkan serangan ke sasaran militer tertentu, yang merupakan kejahatan perang karena melancarkan serangan tanpa pandang bulu di wilayah sipil," bunyi laporan tersebut. (Baca: PBB: Rusia dan Turki Mungkin Telah Lakukan Kejahatan Perang di Suriah )
"Kami sangat menolak klaim ini," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.
"Jelas bahwa satu komite tidak dapat memiliki informasi yang dapat diandalkan tentang apa yang terjadi di lapangan," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (3/3/2020).
Para penyelidik PBB, dalam sebuah laporan menuturkan, Rusia dan Turki mungkin telah melakukan kejahatan perang di Suriah. Dalam laporan itu disebutkan bahwa Rusia membunuh warga sipil dalam serangan udara di Suriah dan pemberontak yang bersekutu dengan Turki melakukan pembunuhan dan penjarahan di daerah-daerah Kurdi.
Laporan, yang dibuat berdasarkan informasi dan data yang dikumpulkan dari dari Juli 2019 hingga Februari 2020, menemukan bahwa Rusia melakukan serangan udara di sebuah pasar di Suriah dan sebuah kamp untuk para pengungsi yang menewaskan puluhan warga sipil pada bulan Juli dan Agustus.
"Dalam kedua insiden itu, Angkatan Udara Rusia tidak mengarahkan serangan ke sasaran militer tertentu, yang merupakan kejahatan perang karena melancarkan serangan tanpa pandang bulu di wilayah sipil," bunyi laporan tersebut. (Baca: PBB: Rusia dan Turki Mungkin Telah Lakukan Kejahatan Perang di Suriah )
(ian)