Italia Meremehkan Risiko Virus Corona Saat Korban Terus Bertambah

Jum'at, 28 Februari 2020 - 05:01 WIB
Italia Meremehkan Risiko...
Italia Meremehkan Risiko Virus Corona Saat Korban Terus Bertambah
A A A
ROMA - Pemerintah Italia meremehkan risiko virus corona dengan menyatakan wabah itu hanya mempengaruhi bagian kecil negara itu. Pernyataan itu muncul saat Italia mengalami kasus terburuk virus corona di Eropa.

Saat para menteri berupaya meredam kekhawatiran publik, para pejabat lain menyatakan korban tewas bertambah lima orang dari Rabu (26/2) menjadi 17 orang. Adapun ornag yang dites positif meningkat lebih dari 200, menjadi 650 orang.

"Informasi menyesatkan mengenai wabah itu akan lebih merusak bagi Italia dibandingkan risiko wabah virus itu sendiri. Hanya 0,1% dari negara ini yang mengalaminya," ungkap Menteri Luar Negeri (Menlu) Italia Luigi Di Maio saat konferensi pers. Pernyataan ini dianggap meremehkan risiko virus tersebut.

Virus corona (Covid-19) terus menyebar ke penjuru Eropa tapi Italia adalah pusatnya. Di negara Eropa lainnya, misalnya, Jerman memiliki 27 kasus, Prancis 18 kasus, dan Spanyol 15 kasus.

Analis memperingatkan wabah itu akan merusak ekonomi Italia yang sudah memburuk, menuju resesi keempat dalam 12 tahun.

Banyak bisnis di wilayah utara yang kaya harus tutup dan beberapa hotel melaporkan banyak pembatalan pemesanan.

Lembaga analis di Bologna, Prometeia memperkirakan produk domestik bruto (PDB) Italia akan turun pada kuartal I, selama dua kali beriringan, serta melemah 0,3% pada 2020 secara keseluruhan.

Meski wabah berpusat di beberapa wilayah kecil yakni Lombardy dan Veneto, otoritas lokal melarang berbagai acara publik di penjuru wilayah dan menutup sekolah, universitas, bioskop, teater, dan museum.

Otoritas Italia khawatir langkah mereka untuk mencegah penyebaran wabah, termasuk melakukan tes pada orang yang tak memiliki gejala, akan merugikan perekonomian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tes skala besar oleh Italia di wilayah wabah tidak sesuai dengan pantuan WHO yang diikuti negara-negara lain.
(sfn)
Berita Terkait
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Wabah Virus Corona di...
Wabah Virus Corona di Wuhan Diduga Terjadi Awal Agustus
Ahli Virus Prancis:...
Ahli Virus Prancis: Virus Corona Bukan Produk Alam
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Ini Kisah Zhang Jixian,...
Ini Kisah Zhang Jixian, Dokter yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Berita Terkini
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
37 menit yang lalu
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
2 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
4 jam yang lalu
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
7 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
9 jam yang lalu
Infografis
Bumi Terancam Bolong,...
Bumi Terancam Bolong, Kedalaman Lubang di Chili Terus Bertambah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved