Untuk Pertama Kali, Pemerintah Kuba Jual Mobil Bekas Demi Dolar

Rabu, 26 Februari 2020 - 10:00 WIB
Untuk Pertama Kali,...
Untuk Pertama Kali, Pemerintah Kuba Jual Mobil Bekas Demi Dolar
A A A
HAVANA - Pemerintah Kuba yang kekurangan uang mulai menjual mobil-mobil bekas untuk mendapatkan dolar di satu outlet Havana. Langkah ini pertama kali dilakukan negara Komunis itu untuk menuju dolarisasi sektor ritelnya.

Sekitar seratus orang datang untuk melihat mobil-mobil bekas dengan beragam merek dan model. Sekitar satu dari 20 warga Kuba memiliki satu mobil dan harga yang mahal membuat mobil sulit dibeli oleh sebagian besar warganya yang rata-rata memiliki gaji di bawah USD100 (Rp1,4 juta) per bulan.

Yoan Orlando Milian, 37, yang membagi waktunya antara Miami dan Havana menyatakan dia telah tidur di tenda selama beberapa hari untuk bisa berada di urutan pertama antrean membeli mobil bekas tersebut.

"Saya akan lakukan apa pun demi keluarga saya. Dan ini pilihan bagus untuk istri dan anak-anak saya di Havana," kata dia dari jendela mobil Toyota Land Cruiser 2011 yang dia beli seharga USD80.000 (Rp1,1 miliar), lebih dari dua kali lipat harga yang dia kira ada di Amerika Serikat.

Kuba pertama kali melegalkan penjualan dan pembelian mobil pabrikan pada 2014 setelah revolusi 1959. Namun mobil itu dijual dengan mata uang peso Kuba.

Negara masih tetap memonopoli perdagangan luar negeri dan penjualan ritel.

Sebelumnya, mobil baru dan bekas dibanderol lebih mahal empat kali lipat dibandingkan harga pabrik. Sekarang mobil itu dapat dibeli dengan dolar melalui rekening bank, dan pemerintah memberikan diskon 10% dari harga sebelumnya saat mereka membuka lebih banyak outlet dan menawarkan mobil-mobil baru.

Reinier Ramos dari provinsi Cienfuegos menyatakan dia datang ke Havana tiga hari sebelumnya untuk membeli satu mobil.

"Saya ingin membeli Geely senilai USD35.000 (Rp487 juta) atau MG3 senilai USD34.000 (Rp473 juta)," ujar Ramos menyebut merek mobil asal China.

Pemerintah Kuba telah membuka sekitar 80 "toko dolar" untuk menjual barang-barang mulai dari peralatan rumah tangga dan suku cadang mobil yang harus dibeli di luar negeri dengan mata uang asing. Kuba sebelumnya menjual barang-barang itu hanya dengan mata uang peso.

Toko-toko di Kuba masih menjual makanan dan kebutuhan pokok dengan mata uang peso.
(sfn)
Berita Terkait
Dituduh Terima 300 Drone...
Dituduh Terima 300 Drone dari Rusia, Kuba Bersumpah Akan Musnahkan Penjajah AS
Raul Castro Mengundurkan...
Raul Castro Mengundurkan Diri Sebagai Ketua Partai Komunis Kuba
Rusia: AS Terus Mencekik...
Rusia: AS Terus Mencekik Kuba
Jenderal Bolivia yang...
Jenderal Bolivia yang Menangkap Che Guevara Meninggal Dunia
Kuba: AS Lakukan Kampanye...
Kuba: AS Lakukan Kampanye Kotor Terhadap Bantuan Medis Kami
Kedubesnya Diberondong...
Kedubesnya Diberondong Tembakan, Kuba Salahkan Trump
Berita Terkini
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
27 menit yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
2 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
2 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
4 jam yang lalu
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
4 jam yang lalu
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
5 jam yang lalu
Infografis
Tetangga Indonesia Tembakkan...
Tetangga Indonesia Tembakkan Rudal Tomahawk untuk Pertama Kalinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved