Dituduh Terima 300 Drone dari Rusia, Kuba Bersumpah Akan Musnahkan Penjajah AS

Senin, 18 Mei 2026 - 20:30 WIB
loading...
Dituduh Terima 300 Drone...
Dituduh terima 300 drone dari Rusia, Kuba bersumpah akan musnahkan penjajah AS. Foto/X/@SkylineSto14597
A A A
HAVANA - Duta Besar dan Perwakilan Tetap Kuba untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Ernesto Sobrón Guzmán dengan tegas menegaskan hak kedaulatan negara kepulauan itu untuk membela diri terhadap potensi agresi militer AS, sesuai dengan hukum internasional dan Piagam PBB.

Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita TASS Rusia, Ernesto Sobrón Guzmán menolak klaim AS yang menggambarkan Kuba sebagai ancaman, dengan menyatakan secara tegas bahwa "Kuba bukanlah ancaman bagi keamanan nasional Amerika Serikat. Siapa pun yang mengklaim sebaliknya adalah pembohong."

Ia menekankan hak sah Kuba untuk membela diri dalam menghadapi invasi militer atau dalih yang dibuat-buat oleh Washington.

Pernyataan ini merupakan tanggapan langsung terhadap laporan provokatif dari media propaganda AS, Axios, yang mengutip pejabat intelijen Amerika anonim yang mengklaim bahwa Kuba telah memperoleh lebih dari 300 drone militer dalam beberapa tahun terakhir, terutama dari Rusia dan Iran.

Laporan tersebut menuduh bahwa pejabat militer Kuba telah membahas potensi penggunaan drone ini terhadap target AS, termasuk pangkalan angkatan laut AS ilegal di Teluk Guantanamo, kapal militer Amerika, dan bahkan kota Key West di Florida selatan jika terjadi peningkatan konflik.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved