Palestina dan AS Saling Tuduh Terkait Kekerasan yang Meningkat

Jum'at, 07 Februari 2020 - 23:01 WIB
Palestina dan AS Saling...
Palestina dan AS Saling Tuduh Terkait Kekerasan yang Meningkat
A A A
TEPI BARAT - Para pemimpin Palestina dan Amerika Serikat (AS) saling menyalahkan atas meningkatnya kekerasan di wilayah Palestina dan Israel.

Israel memperketat keamanan saat salat Jumat. Massa berkumpul di Tepi Barat untuk pemakaman seorang personil polisi Palestina yang ditembak mati selama kerusuhan.

Ketegangan meningkat sehari setelah dua warga Palestina dibunuh dan 16 warga Israel terluka saat warga Palestina marah dengan rencana damai Timur Tengah yang diluncurkan Presiden AS Donald Trump pekan lalu.

Pemakaman digelar pada Jumat (7/2) di desa Azzun, Tepi Barat, untuk seorang polisi Palestina yang ditembak mati di Jenin pada Kamis (6/2). Otoritas Palestina menyatakan polisi itu dibunuh oleh tembakan Israel. Pejabat Israel tidak berkomentar atas penembakan itu.

Palestina telah menolak rencana damai Trump yang akan mengizinkan Israel mencaplok pemukiman di Tepi Barat. Negosiator Palestina Saeb Erekat menyatakan AS harus disalahkan atas kerusuhan yang terjadi sejak rencana itu diumumkan.

"Mereka yang mengenalkan rencana untuk pencaplokan dan melegalkan pendudukan dan pemukiman, benar-benar bertanggung jawab untuk memburuknya kekerasan dan kontra-kekerasan," ujar Erekat.

"Presiden Palestina Mahmoud Abbas akan ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan rencana damai asli," papar Erekat.

Penasehat senior Trump, Jared Kushner yang menjadi perancang rencana AS itu menyalahkan Abbas atas kekerasan yang terjadi.

"Saya pikir dia memiliki tanggung jawab. Dia menyerukan untuk beberapa hari kemarahan sebagai respon, dan dia menyatakan itu sebelum dia bahkan melihat rencana itu," ujar Kushner yang juga menantu Trump.

Palestina menganggap rencana Trump itu terlalu menguntungkan Israel dan mempersulit upaya Palestina mendirikan negara merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.
(sfn)
Berita Terkait
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Gerakan Pro-Palestina...
Gerakan Pro-Palestina Meletus di Kampus-kampus Amerika Serikat
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
5 Sosok Donatur Hamas...
5 Sosok Donatur Hamas yang Paling Diburu Amerika Serikat
Berita Terkini
3 Fakta Kepulauan Chagos...
3 Fakta Kepulauan Chagos yang Akan Dibeli AS, Salah Satunya Jadi Kekuatan Militer Amerika-Inggris
14 menit yang lalu
Lebanon Jadi Titik Krisis...
Lebanon Jadi Titik Krisis bagi Gencatan Senjata Perang Iran, Ini 4 Alasannya
14 menit yang lalu
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
1 jam yang lalu
4 Alasan Iran Kembali...
4 Alasan Iran Kembali Gempur Israel, Ingin Tunjukkan Solidaritas ke Hizbullah
1 jam yang lalu
Israel Pecat Wakil Bos...
Israel Pecat Wakil Bos Mossad setelah Gagal Operasi Runtuhkan Rezim Iran
1 jam yang lalu
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
1 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved