India Gunakan UU Kejam untuk Kurung Para Pemimpin Politik Kashmir

Jum'at, 07 Februari 2020 - 19:01 WIB
India Gunakan UU Kejam...
India Gunakan UU Kejam untuk Kurung Para Pemimpin Politik Kashmir
A A A
SRINAGAR - India memperpanjang penahanan pada empat pemimpin politik di Kashmir yang telah ditahan otoritas sejak Agustus. Penahanan itu untuk meredam protes setelah New Delhi mencabut status otonomi Kashmir.

"Perintah penahanan terbaru dikeluarkan berdasarkan Undang-undang (UU) Keselamatan Publik (PSA) yang memungkinkan penahanan tanpa dakwaan selama hingga dua tahun," ungkap para pejabat di Srinagar, ibu kota Jammu dan Kashmir.

Empat tokoh itu termasuk dua mantan kepala menteri di Kashmir, Omar Abdullah dan Mehbooba Mufti, serta dua pemimpin partai lokal, Ali Mohmmad Sagar dan Sartaj Madni.

Mereka sebelumnya ditahan berdasarkan UU yang mengizinkan maksimal penahanan enam bulan dan masa penahanan mereka akan segera berakhir.

"UU tidak mengizinkan penahanan pencegahan melebihi enam bulan. Jadi mereka harus dibebaskan atau ditahan berdasarkan PSA," ungkap pejabat kedua di Srinagar secara anonim pada Reuters.

Reuters meminta komentar dari Kementerian Dalam Negeri India tapi belum mendapat jawaban.

Kementerian Dalam Negeri India sebelumnya menginformasikan pada parlemen bahwa 389 orang di Kashmir telah ditahan berdasarkan PSA sejak Agustus tahun lalu.

Beberapa orang itu berada dalam tahanan rumah dan sejumlah orang lainnya ditahan di tempat lain yang tak diketahui pasti.

Kelompok hak asasi manusia (HAM) menyebut PSA sebagai "hukum tanpa hukum."
(sfn)
Berita Terkait
Partai-partai Besar...
Partai-partai Besar di Kashmir Bersatu Perjuangkan Otonomi
Agama Penduduk Kashmir...
Agama Penduduk Kashmir dan Persentasenya
India Terlalu Mengekang...
India Terlalu Mengekang Kashmir, Apakah Modi Kena Karma?
India Jadikan Kashmir...
India Jadikan Kashmir sebagai 'Hotspot' Islamopobia Terbesar
Pakistan: Dunia Harus...
Pakistan: Dunia Harus Hentikan Genosida di Kashmir
3 Negara yang Memperebutkan...
3 Negara yang Memperebutkan Wilayah Kashmir
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
1 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
1 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
2 jam yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
2 jam yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
3 jam yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
3 jam yang lalu
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved