Partai-partai Besar di Kashmir Bersatu Perjuangkan Otonomi

Jum'at, 16 Oktober 2020 - 03:56 WIB
loading...
Partai-partai Besar...
Partai-partai besar di Kashmir bersatu untuk memperjuangkan pengembalian otonomi. Foto/Walla Kashmir
A A A
SRINAGAR - Partai politik utama Kashmir mengumumkan aliansi besar untuk mengupayakan pemulihan otonominya secara damai. Itu dilakukan setelah India membebaskan pemimpin politik utama terakhir Kashmir dari penahanan yang lama.

Pada hari Selasa, pemerintah memerintahkan pembebasan Mehbooba Mufti setelah menahannya selama 14 bulan. Ia serta para pemimpin lainnya segera menyerukan kampanye untuk memulihkan hak-hak khusus Kashmir.

"Pertempuran kami adalah pertarungan konstitusional. Kami ingin pemerintah India mengembalikan kepada rakyat negara bagian (Kashmir) hak-hak yang mereka pegang sebelum 5 Agustus 2019," kata mantan menteri utama Kashmir Farooq Abdullah seperti dikutip dari Reuters, Jumat (16/10/2020).(Baca juga: India Selidiki Sepak Terjang Badan Amal dan LSM Turki di Kashmir )

Pemerintah Perdana Menteri India Narendra Modi mencabut status khusus wilayah mayoritas Muslim itu tahun lalu, menindak oposisi dan mengumpulkan ratusan orang untuk mencegah protes.

Pemerintah Modi mengatakan pada saat itu bahwa pengakhiran status khusus Kashmir diperlukan untuk integrasi yang lebih dekat dari wilayah pegunungan Himalaya ke seluruh India.

Setelah mencabut otonomi Kashmir, pemerintah New Delhi memberlakukan pemadaman komunikasi dengan telepon seluler, sambungan internet dan sambungan telepon rumah terputus sebagai bagian dari tindakan kerasnya.(Baca juga: Pakistan: Dunia Harus Hentikan Genosida di Kashmir )

Abdullah dan putranya Omar Abdullah, keduanya mantan menteri utama, dibebaskan oleh pihak berwenang awal tahun ini.(Lihat video: 160 Juta Warga Jadi Prioritas Penerimaan Vaksin Covid-19 )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Netanyahu Sebut Negara...
Netanyahu Sebut Negara Asia Ini Cinta Luar Biasa terhadap Israel
Partai Kecoa Viral di...
Partai Kecoa Viral di India, 350.000 Orang Sudah Mendaftar, Syarat Anggota: Pengangguran dan Malas
Viral, Menlu Rusia Marahi...
Viral, Menlu Rusia Marahi Jurnalis Berisik: 'Serahkan Ponsel Anda atau Petugas Keluarkan Senjata!'
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Serangan di SPBU dan...
Serangan di SPBU dan Permukiman Israel, Satu Orang Tewas
Gempa M7,8 Guncang Filipina,...
Gempa M7,8 Guncang Filipina, 8 Orang Tewas
Rekomendasi
10 Orang Termasuk Bupati...
10 Orang Termasuk Bupati Edison Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Prabowo Tegaskan Politik...
Prabowo Tegaskan Politik Bebas Aktif saat Bertemu 8 Dubes di Istana
Berita Terkini
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Israel Bakal Sendirian Melawan Iran Jika Tingkatkan Konflik!
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Iran Hentikan Serangan...
Iran Hentikan Serangan Balasan yang Menyakitkan ke Israel
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved