Abdul Reza Shahlai, Tangan Kanan Soleimani di Yaman

Selasa, 21 Januari 2020 - 00:48 WIB
Abdul Reza Shahlai,...
Abdul Reza Shahlai, Tangan Kanan Soleimani di Yaman
A A A
WASHINGTON - Nama Abdul Reza Shahlai minta tidak setenar Qassem Soleimani, meski dia adalah sosok berpengaruh di Garda Revolusi Iran (IRGC). Shahlai diketahui adalah tangan kanan Soleimani.

Shahlai, seperti dilansir Al Arabiya, juga merupakan target serangan Amerika Serikat (AS) yang menewaskan Soleimani di Bagdad, Irak. Dia adalah komandan paling senior Iran di Yaman dan memiliki rekam jejak plot pembunuhan.

Sebelum mengambil perannya sebagai komandan militer Iran di Yaman, Shahlai dilaporkan terlibat dalam serangan terhadap pasukan AS di Irak pada 1990-an dan juga berencana untuk membunuh Menteri Negara Urusan Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir, ketika ia menjadi Duta Besar untuk AS pada tahun 2011.

Lahir di provinsi Kermanshah pada tahun 1957, Shahlai bergabung dengan IRGC pada tahun 1980, bersamaan dengan Soleimani, pada awal perang Iran-Irak. Setelah perang berakhir pada tahun 1988, ia bergabung dengan Pasukan Quds, di mana ia juga menggunakan nama Haji Yusuf.

Detail tentang aktivitas Shahlai di Pasukan Quds jarang diketahui, karena organisasi ini sangat tertutup. Tidak disebutkan tentang Shahlai di media pemerintah Iran, dan gambar-gambarnya jarang dirilis.

Shahlai pertama kali dikirim ke Irak, di mana ia dilaporkan terlibat dalam mengatur serangan terhadap pasukan AS di negara itu melalui milisi Jaysh al-Mahdi (JAM).

Menurut AS, Shahlai memasok sel-sel militer JAM dengan senjata termasuk roket Katyusha dan peledak C-4 untuk melakukan serangan. Shahlai diduga merencanakan serangan JAM yang menewaskan lima tentara AS di Karbala pada 20 Januari 2007.

Pada 2008, Departemen Keuangan AS memasukan Shahlai dalam daftar teroris di bawah Perintah Eksekutif (E.O.) 13438 karena mengancam perdamaian dan stabilitas Irak dan Pemerintah Irak.

Penunjukan itu juga merujuk koneksi Shahlai ke Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon. Shahlai dilaporkan memfasilitasi pelatihan Hizbullah untuk militan JAM di Irak, termasuk mengajari para militan bagaimana menargetkan pesawat terbang dengan roket.

Pada 2011, Shahlai mendapat sanksi dari AS atas dugaan keterlibatannya dalam komplotan untuk membunuh al-Jubeir. Menurut Departemen Keuangan AS, Shahlai menggunakan posisinya sebagai pejabat Pasukan Quds untuk mengoordinasikan komplotan untuk membunuh al-Jubeir saat ia berada di AS.

Setelah itu, Shahlai menjadi komandan penting Pasukan Quds di Yaman, tempat Iran mendanai, memerintah, dan memasok milisi Houthi dalam perjuangannya melawan pemerintah yang diakui PBB. Dia menjadi pemodal utama bagi Houthi. Houthi mengambil alih Sanaa dari pemerintah yang diakui PBB pada tahun 2015 dan telah berperang melawan Koalisi Arab, termasuk menembakkan roket ke Saudi pada berbagai kesempatan.

Tahun lalu, AS mengeluarkan permohonan untuk informasi tentang Shahlai dan aktivitasnya di Yaman. Pada bulan Desember, Perwakilan Khusus AS untuk Iran. Brian Hook mengumumkan bahwa Departemen Luar Negeri AS menawarkan hadiah USD 15 juta untuk informasi tentang keberadaan Shahlai atau kegiatan keuangannya, jaringan dan rekannya di Yaman dan wilayah tersebut.

"AS sangat prihatin dengan kehadirannya di Yaman dan potensi perannya dalam menyediakan persenjataan canggih seperti yang telah kami larangankan kepada Houthi," kata Hook.

AS tampaknya memperoleh informasi tentang keberadaan Shahlai ketika berusaha membunuhnya dalam serangan pada 3 Januari 2020. Namun, sayangnya usaha AS tersebut menemui kegagalan.
(esn)
Berita Terkait
Dubes AS: Suplai Senjata...
Dubes AS: Suplai Senjata Iran ke Houthi Perpanjang Perang di Yaman
Minta Kenaikan Gaji,...
Minta Kenaikan Gaji, Profesor Universitas Yaman Dibunuh Houthi
AS dan Inggris Bombardir...
AS dan Inggris Bombardir Yaman, Ini Reaksi Dunia Internasional
Perang yang Melibatkan...
Perang yang Melibatkan Arab Saudi dan 2 Negara Terkait Konflik
Negara-negara yang Menerapkan...
Negara-negara yang Menerapkan Hukuman Pancung
Iran Kesal Dituduh Terlibat...
Iran Kesal Dituduh Terlibat dalam Serangan Drone Houthi Yaman
Berita Terkini
Lebih dari 39.000 Anak...
Lebih dari 39.000 Anak Yatim di Gaza akibat Genosida Israel
34 menit yang lalu
Lawan Trump, Kanada...
Lawan Trump, Kanada Sumpah akan Memimpin Dunia
1 jam yang lalu
Abu Ubaidah: Tawanan...
Abu Ubaidah: Tawanan dalam Bahaya jika Israel Menolak Negosiasi
2 jam yang lalu
10 Negara Sahabat Amerika...
10 Negara Sahabat Amerika Serikat, Mayoritas Anggota NATO
4 jam yang lalu
Siapa Abdullah Al Sabah?...
Siapa Abdullah Al Sabah? PM Kuwait yang Sempat Dituduh Masuk Kristen
5 jam yang lalu
4 Alasan Uni Eropa Masih...
4 Alasan Uni Eropa Masih Butuh NATO, Salah Satunya Rusia Jadi Ancaman
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara yang Memiliki...
10 Negara yang Memiliki Wilayah Paling Luas di Dunia
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved