Bahas Kamp Penjara Uighur, China Sensor Debat Capres Demokrat

Jum'at, 20 Desember 2019 - 14:38 WIB
Bahas Kamp Penjara Uighur,...
Bahas Kamp Penjara Uighur, China Sensor Debat Capres Demokrat
A A A
HONG KONG - Pemerintah China benar-benar begitu sensitif dan reaktif jika permasalahan Uighur disinggung oleh pihak luar. Terbaru adalah pemerintah Negeri Tirai Bambu itu menyensor debat calon presiden (capres) Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) saat para kandidat ditanya tentang kamp-kamp penjara Uighur.

Dikutip dari CNN, Jumat (20/12/2019), siaran langsung debat keenam kandidat capres Partai Demokrat disensor tanpa peringatan. Layar televisi berubah menjadi hitam setelah moderator Judy Woodruff bertanya kepada Wali Kota Pete Buttigieg apakah AS harus memboikot Olimpiade Beijing 2022 karena dugaan penahanan massal warga Uighur di China.

Live feed debat dari PBS/Politico di Los Angeles tetap dipotong selama sekitar sembilan menit sementara para kandidat ditanya tentang berbagai masalah China, termasuk protes Hong Kong dan ketegangan militer di Laut China Selatan.

China kerap menyensor siaran langsung jaringan media internasional jika dianggap sensitif secara politik oleh Partai Komunis yang berkuasa. Pemirsa mengetahui jika tayangan itu disensor karena layar menjadi gelap dan semua suara terpotong.

Sebelumnya, laporan CNN tentang pusat penahanan di Xinjiang dan aksi protes di Hong Kong secara teratur di hapus oleh China.

Departemen Luar Negeri AS mengklaim bahwa hingga 2 juta warga Uighur yang mayoritas Muslim mungkin telah ditahan di pusat-pusat penahanan massal di provinsi Xinjiang, China. Mantan tahanan dan aktivis mengklaim mereka telah mengalami kondisi memperihantinkan dan pelecehan saat mereka menjalani pendidikan ulang politik di dalam kamp.

Dokumen-dokumen yang bocor dari pemerintah China tampaknya menunjukkan sebuah program yang dirancang untuk mengubah anggota minoritas Muslim menjadi warga negara patriotik berbahasa China.

Beijing membantah keras dugaan pelanggaran hak asasi manusia di kamp-kamp tersebut, yang katanya adalah "pusat pelatihan kejuruan" dengan fokus pada deradikalisasi dan kontraterorisme.

Beberapa pejabat pemerintah telah mengklaim bahwa semua "peserta pelatihan" di kamp telah lulus dan kembali ke masyarakat, tanpa memberikan bukti apa pun.
(ian)
Berita Terkait
Indonesia di Tengah...
Indonesia di Tengah Rivalitas Amerika Serikat dengan China
AS Sebut Genosida Uighur...
AS Sebut Genosida Uighur Jadi Salah Satu Topik Pembicaraan dengan China
AS Sanksi Pejabat dan...
AS Sanksi Pejabat dan Paramiliter China Terkait dengan Uighur
China Siap Balas Sanksi...
China Siap Balas Sanksi Baru AS Terkait Hak Asasi Muslim Uighur
Paksa Muslim Uighur...
Paksa Muslim Uighur Lakukan Aborsi, AS Kecam China
China kepada AS: Jangan...
China kepada AS: Jangan Ikut Campur Soal Uighur
Berita Terkini
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
1 jam yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
2 jam yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
2 jam yang lalu
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
3 jam yang lalu
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
5 jam yang lalu
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
5 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved