AS Sanksi Pejabat dan Paramiliter China Terkait dengan Uighur

Sabtu, 01 Agustus 2020 - 17:12 WIB
loading...
AS Sanksi Pejabat dan...
AS menjatuhkan sanksi terhadap seorang pejabat dan mantan pejabat pemerintah Cina, dan sebuah organisasi paramiliter yang dituduh berperan dalam tindakan keras terhadap Muslim Uighur di Xinjiang. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadap seorang pejabat dan mantan pejabat pemerintah China, dan sebuah organisasi paramiliter yang dituduh berperan dalam tindakan keras terhadap Muslim Uighur di Xinjiang.

Kementerian Keuangan AS mengatakan, sanksi ini menargetkan mantan operator Xinjiang Production and Construction Corps (XPCC), Sun Jinlong, dan Peng Jiarui, seorang pejabat pemerintah China. Sanksi ini juga turut menargetkan komandan XPCC.

( Baca juga: Di Atas Laut Hitam, Jet Tempur Rusia Cegat Pesawat Pengintai Amerika )

XPCC adalah unit paramiliter pemerintah China yang beroperasi di Xinjiang. Kementerian Keuangan AS mengatakan XPCC meningkatkan kontrol internal atas wilayah dengan memajukan visi China tentang pembangunan ekonomi di Xinjiang yang menekankan subordinasi pada perencanaan pusat dan ekstraksi sumber daya.

"Seperti yang dinyatakan sebelumnya, AS berkomitmen untuk menggunakan seluruh kekuatan keuangannya untuk meminta pertanggungjawaban pelanggar HAM di Xinjiang dan di seluruh dunia," kata Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, seperti dilansir Anadolu Agency pada Sabtu (1/8/2020).

( Baca juga: Amerika Resesi, Pengusaha Nasional Ketar-Ketir )

Wilayah Xinjiang adalah rumah bagi sekitar 10 juta warga Uighur. Uighur, yang membentuk sekitar 45% dari populasi Xinjiang, telah lama menuduh pemerintah China melakukan diskriminasi budaya, agama dan ekonomi terhadap mereka.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Tragis! 5 Orang Sekeluarga...
Tragis! 5 Orang Sekeluarga Tewas Disambar Petir
Rekomendasi
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Tito Dorong Penguatan...
Tito Dorong Penguatan BNPP RI untuk Percepatan Pembangunan dan Keamanan Perbatasan
Berita Terkini
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved