Paksa Muslim Uighur Lakukan Aborsi, AS Kecam China

Selasa, 30 Juni 2020 - 19:10 WIB
loading...
Paksa Muslim Uighur...
Menlu AS Mike Pompei mengecam China yang memaksa perempuan Muslim Uighur melakukan aborsi. Foto/Axios
A A A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, mengecam China yang melakukan sterilisasi dan aborsi paksa serta pemaksaan penggunaan alat kontrasepsi (IUD) kepada Muslim Uighur . Ia juga menyerukan China untuk menghentikan kampanye penindasan terhadap Muslim Uighur dan kaum perempuan kelompok minoritas lainnya.

"Dunia menerima laporan yang mengganggu hari ini bahwa Partai Komunis China (PKC) menggunakan sterilisasi paksa, aborsi paksa dan keluarga berencana dengan paksa terhadap Uighur dan minoritas lainnya di Xinjiang, sebagai bagian dari kampanye penindasan yang berkelanjutan," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan yang diposting oleh situs Departemen Luar Negeri AS.

"Pengungkapan mengejutkan yang dilakukan penyelidik Jerman, Adrian Zenz, sayangnya konsisten dengan praktik-praktik PKC selama puluhan tahun yang menunjukkan pengabaian terhadap kehidupan manusia dan martabat dasar manusia," sambungnya.

"Kami menyerukan Partai Komunis China untuk segera mengakhiri praktik mengerikan ini dan meminta semua negara untuk bergabung dengan Amerika Serikat dalam menuntut diakhirinya pelanggaran tidak manusiawi ini," serunya seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (30/6/2020).

Ini terjadi beberapa jam setelah Associated Press, mengutip salinan penyelidikan lanjutan yang dilakukan oleh peneliti China Adrian Zenz. Laporan itu menyatakan bahwa pemerintah China telah melakukan praktik pengendalian kelahiran secara paksa untuk mengekang populasi Muslim di Xinjiang, China.

"Penerapan kebijakan semacam ini belum pernah terjadi sebelumnya. Ada kekejaman terhadapnya," tegas sang peneliti.

"Ini adalah bagian dari kampanye kontrol yang lebih luas untuk menaklukkan Uighur," imbuhnya.

Laporan tersebut mencatat bahwa meskipun terjadi penurunan sterilisasi dan IUD secara nasional, penggunaannya telah meningkat secara tajam Xinjiang.

Kementerian Luar Negeri China mengecam laporan itu sebagai "berita palsu." Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan kepada AP bahwa semua orang di negara itu, terlepas dari apakah mereka etnis minoritas atau etnis Han, harus mengikuti dan bertindak sesuai dengan hukum.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
Kocak! Trump Terapkan...
Kocak! Trump Terapkan Tarif di Kepulauan Tak Dihuni Manusia, Hanya Ada Anjing Laut dan Penguin
AS Bimbang, Ini 3 Negara...
AS Bimbang, Ini 3 Negara NATO yang Masih Menghalangi Kemenangan Rusia di Ukraina
Trump Permudah Aturan...
Trump Permudah Aturan Ekspor Senjata, Dunia Terancam Perang Besar?
Mahasiswa Yahudi Merantai...
Mahasiswa Yahudi Merantai Diri di Gerbang Universitas Columbia, Tuntut Pembebasan Mahmoud Khalil
Apa itu Reciprocal Tariffs?...
Apa itu Reciprocal Tariffs? Kebijakan Kontroversial AS yang Ditetapkan Donald Trump
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Gempa Tembus 3000 Orang, Pemimpin Junta Militer Tinggalkan Myanmar
PM Australia Albanese...
PM Australia Albanese Jatuh di Panggung saat Kampanye
Rekomendasi
Oxford United Coret...
Oxford United Coret Investor Indonesia, Masa Depan Marselino Ferdinan dan Ole Romeny Digoyang?
Penampakan Pantai Batukaras...
Penampakan Pantai Batukaras Pangandaran Diserbu Wisatawan saat Libur Lebaran
CEO XPENG: Mobil Terbang...
CEO XPENG: Mobil Terbang Akan Lebih Banyak Dibeli Dibandingkan Kendaraan Listrik
Berita Terkini
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
9 menit yang lalu
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
38 menit yang lalu
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
1 jam yang lalu
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
2 jam yang lalu
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
3 jam yang lalu
Batu Ini Jadi Pengganjal...
Batu Ini Jadi Pengganjal Pintu selama Puluhan Tahun, Ternyata Nilainya Rp18 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
13 Rudal dan Drone Iran...
13 Rudal dan Drone Iran yang Bisa Hancurkan Pangkalan AS
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved