Penyelidikan Tragedi Gunung Selandia Baru Perlu Waktu Setahun
Senin, 16 Desember 2019 - 23:01 WIB
Penyelidikan Tragedi Gunung Selandia Baru Perlu Waktu Setahun
A
A
A
WELLINGTON - Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern menyatakan penyelidikan tragedi letusan gunung berapi membutuhkan waktu hingga setahun. Menurut dia, para pelaku kriminal dalam kasus itu dapat dipenjara hingga lima tahun.
Ardern juga mengumumkan dana USD3,2 juta untuk membantu bisnis kecil yang terkena dampak letusan. Pernyataan itu diungkapkan setelah warga Selandia Baru mengheningkan cipta selama semenit untuk mengenang para korban tragedi itu.
Jumlah korban tewas yang resmi diumumkan dalam tragedi itu sebanyak 16 orang. Dua orang yang jasadnya diyakini ada di perairan sekitar pulau itu masih secara resmi disebut hilang.
Sebanyak 26 orang lainnya masih dirawat di beberapa rumah sakit di Selandia Baru dan Australia. Banyak korban terluka dalam kondisi kritis dengan luka bakar sangat parah. Para turis yang menjadi korban termasuk warga negara Amerika Serikat (AS), Jerman, China, Inggris dan Malaysia.
"Sekarang ada berbagai pertanyaan untuk diungkapkan dan pertanyaan untuk dijawab," kata Ardern di Wellington setelah memimpin upacara mengheningkan cipta untuk para korban.
Ada kritik bahwa turis diizinkan datang ke pulau yang berisiko meletus itu. Tragedi itu pun dapat memicu perubahan besar bagi ekonomi Selandia Baru yang mengandalkan sektor pariwisata bagi para pencari tantangan.
Ardern juga mengumumkan dana USD3,2 juta untuk membantu bisnis kecil yang terkena dampak letusan. Pernyataan itu diungkapkan setelah warga Selandia Baru mengheningkan cipta selama semenit untuk mengenang para korban tragedi itu.
Jumlah korban tewas yang resmi diumumkan dalam tragedi itu sebanyak 16 orang. Dua orang yang jasadnya diyakini ada di perairan sekitar pulau itu masih secara resmi disebut hilang.
Sebanyak 26 orang lainnya masih dirawat di beberapa rumah sakit di Selandia Baru dan Australia. Banyak korban terluka dalam kondisi kritis dengan luka bakar sangat parah. Para turis yang menjadi korban termasuk warga negara Amerika Serikat (AS), Jerman, China, Inggris dan Malaysia.
"Sekarang ada berbagai pertanyaan untuk diungkapkan dan pertanyaan untuk dijawab," kata Ardern di Wellington setelah memimpin upacara mengheningkan cipta untuk para korban.
Ada kritik bahwa turis diizinkan datang ke pulau yang berisiko meletus itu. Tragedi itu pun dapat memicu perubahan besar bagi ekonomi Selandia Baru yang mengandalkan sektor pariwisata bagi para pencari tantangan.
(sfn)