AS Tawarkan Hadiah Rp210 M untuk Informasi Pejabat IRGC di Yaman

Minggu, 08 Desember 2019 - 18:22 WIB
AS Tawarkan Hadiah Rp210...
AS Tawarkan Hadiah Rp210 M untuk Informasi Pejabat IRGC di Yaman
A A A
WASHINGTON - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah sebesar USD15 juta atau sekitar Rp210 miliar untuk informasi yang mengarah pada Abdul Reza Shahlai. Selain informasi terhadap keberadaan Shahlai, informasi juga bisa berupa tentang kegiatan keuangannya, jaringan serta rekannya di Yaman serta kawasan itu.

Demikian pengumuman yang dimuat akun Twitter Reward for Justice Departemen Luar Negeri AS dengan menambahkan foto terbaru dari Shahlai.

Shahlai adalah seorang pejabat Garda Revolusi Iran (IRGC) di Yaman. Ia dituduh telah melakukan kejahatan terorisme, termasuk penyelundupan senjata canggih ke milisi Houthi yang didukung Iran di Yaman seperti disitir dari Al Arabiya, Minggu (8/12/2019).

Dalam pengarahan khusus pada hari Jumat, Perwakilah Khusus AS untuk Iran Brian Hook mengungkapkan Shahlai dicari karena beberapa alasan, termasuk "sejarah panjang" serangan terhadap AS dan sekutunya, serta keterlibatannya dalam upaya pembunuhan pada 2011 di duta besar Saudi untuk AS yang kini menjadi Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir.

"Pada 2011, Shalai mendanai dan mengarahkan rencana untuk membunuh duta besar Saudi untuk Amerika Serikat," ungkap Hook.

Pengumuman hadiah ini datang beberapa hari setelah Angkatan Laut AS menyita pengiriman senjata Iran dan komponen rudal di Laut Arab pada 25 November. "Pengiriman tersebut untuk kelompok Houthi di Yaman," kata Hook. (Baca: Kapal Perang AS Sita Komponen Rudal Iran yang Dikirim ke Yaman )
(ian)
Berita Terkait
Iran Kesal Dituduh Terlibat...
Iran Kesal Dituduh Terlibat dalam Serangan Drone Houthi Yaman
Pompeo Sebut AS Sita...
Pompeo Sebut AS Sita Kapal Bawa Senjata Iran ke Yaman
AS dan Inggris Bombardir...
AS dan Inggris Bombardir Yaman, Ini Reaksi Dunia Internasional
AS Jatuhkan Sanksi kepada...
AS Jatuhkan Sanksi kepada Dua Komandan Houthi
Mengapa 6 Pesawat Pengebom...
Mengapa 6 Pesawat Pengebom Nuklir B-2 Amerika Serikat Muncul di Pulau Terpencil?
Iran Sebut AS Tuai Keuntungan...
Iran Sebut AS Tuai Keuntungan dari 'Bisnis Darah' di Timur Tengah
Berita Terkini
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
39 menit yang lalu
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
1 jam yang lalu
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
1 jam yang lalu
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
2 jam yang lalu
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
3 jam yang lalu
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
4 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved