Enam Negara Eropa Terapkan Barter dengan Iran, Israel Kesal

Senin, 02 Desember 2019 - 15:51 WIB
Enam Negara Eropa Terapkan...
Enam Negara Eropa Terapkan Barter dengan Iran, Israel Kesal
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu kesal dan mengecam enam anggota Uni Eropa karena menerapkan mekanisme barter dengan Iran. Netanyahu menganggap langkah enam negara Eropa itu telah mendukung penindasan rezim Teheran terhadap rakyatnya sendiri yang sedang memprotes kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Enam negara Eropa yang menerapkan sistem barter dengan Iran adalah Belgia, Denmark, Finlandia, Belanda, Norwegia, dan Swedia.

"Sementara rezim Iran membunuh rakyatnya sendiri, negara-negara Eropa bergegas untuk mendukung rezim yang sangat mematikan itu," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

"Negara-negara Eropa ini harus malu pada diri mereka sendiri," katanya lagi, seperti dikutip ABC, Senin (2/12/2019).

Protes besar pecah di seluruh wilayah Iran pada 15 November lalu. Protes terjadi beberapa jam setelah pengumuman kenaikan harga bahan bakar minyak secara signifikan.

Laporan kematian dan penangkapan demonstran bermunculan setelah pasukan keamanan dikerahkan untuk mengendalikan demonstrasi yang berubah menjadi kekerasan di beberapa daerah. Dalam aksinya, para demonstran membakar beberapa bank, pompa bensin dan kantor polisi.

Kelompok hak asasi manusia yang bermarkas di London, Amnesty International, mengatakan 161 demonstran dibunuh pasukan keamanan Iran. Namun, Teheran menyatakan klaim jumlah kematian itu berlebihan.

Selain Netanyahu, Kementerian Luar Negeri Israel juga mengeluarkan kecaman terhadap enam negara Eropa yang menerapkan mekanisme barter dengan rezim Teheran.

"Belgia, Denmark, Finlandia, Belanda, Norwegia, dan Swedia tidak mungkin memilih waktu yang lebih buruk," bunyi pernyataan Kmenterian Luar Negeri Israel.

"Ratusan warga Iran yang tidak bersalah yang terbunuh dalam putaran terakhir protes bergulung di kuburan mereka," lanjut kementerian tersebut.

Perjanian nuklir multinasional 2015 telah menetapkan batasan pada program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi oleh Barat. Namun, Amerika Serikat yang ikut menandatangani perjanjian itu keluar secara sepihak atas perintah Presiden Donald Trump pada tahun lalu. AS juga menerapkan kembali sanksi terhadap Teheran.

"Kami bertanya kepada negara-negara Eropa ini, pesan apa yang Anda kirimkan kepada orang-orang Iran?," sambung Kementerian Luar Negeri Iran.

"Tidakkah akan lebih efektif dan etis untuk menunjuk pejabat rezim yang bertanggung jawab atas pembunuhan warga sipil yang tidak bersalah?."
(mas)
Berita Terkait
Pemimpin Tertinggi Ali...
Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei: AS akan Dapat Tamparan Keras jika Serang Iran
Khamenei Ingin Lenyapkan...
Khamenei Ingin Lenyapkan Zionis Israel, Netanyahu Marah
Kedubes Iran di Jakarta...
Kedubes Iran di Jakarta Dipenuhi Karangan Bunga Usai Kematian Ali Khamenei
Keterangan Dubes Iran...
Keterangan Dubes Iran terkait wafatnya Ali Khamenei
Sentil Biden, Khamenei:...
Sentil Biden, Khamenei: Iran Ingin Aksi, Bukan Kata-kata
Buntu, Iran Minta Bantuan...
Buntu, Iran Minta Bantuan Eropa Kembalikan AS ke Perjanjian Nuklir
Berita Terkini
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
4 jam yang lalu
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
5 jam yang lalu
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
5 jam yang lalu
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
7 jam yang lalu
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
8 jam yang lalu
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
8 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved