Australia Tak Terima Penahanan Jurnalisnya di China atas Tuduhan Spionase

Senin, 02 Desember 2019 - 11:24 WIB
Australia Tak Terima...
Australia Tak Terima Penahanan Jurnalisnya di China atas Tuduhan Spionase
A A A
CANBERRA - Pemerintah Australia pada hari Senin (2/12/2019) mengatakan bahwa penahanan terhadap seorang jurnalis yang juga blogger online Yang Hengjun di China tidak dapat diterima. Jurnalis itu ditangkap dan ditahan pihak berwenang Beijing sejak Agustus lalu atas tuduhan spionase.

Hengjun adalah mantan diplomat China yang berubah menjadi jurnalis dan blogger online Australia. Tujuh bulan lalu, dia pertama kali ditahan di kota Guangzhou di China selatan.

Spionase merupakan tuduhan serius di China dan bisa dihukum mati. Laporan terbaru menyebutkan, Hengjun diinterogasi setiap hari dengan kondisi dibelenggu.

Reaksi keras pemerintah Australia disampaikan Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne. Dia mengaku sangat prihatin dengan laporan yang dia terima dari pejabat Kedutaan Australia yang baru-baru ini mengunjungi Hengjun di dalam tahanan.

"Keadaan penahanannya termasuk meningkatnya isolasi dari dunia luar, dengan pembatasan komunikasinya dengan keluarga dan teman-teman, dan dimulainya kembali interogasi setiap hari, termasuk saat dibelenggu," kata Payne dalam pernyataan email. "Ini tidak bisa diterima," katanya lagi.

Payne, seperti dikutip Reuters, mengatakan bahwa Australia telah meminta penjelasan tentang dakwaan terhadap Yang Hengjun. "Permintaan berulang telah dibuat agar Yang (Hengjun) mendapatkan standar dasar keadilan, keadilan prosedural, dan perlakuan manusiawi," katanya.

Perdana Menteri Scott Morrison membantah bahwa Yang Hengjun—salah satu dari beberapa warga negara asing yang baru-baru ini ditangkap di China—adalah mata-mata. (Baca: China Tangkap Wartawan Australia atas Dugaan Spionase )

Penangkapan itu telah digambarkan oleh kelompok-kelompok pembela hak asasi manusia (HAM) sebagai tindakan bermotivasi politik.

Bungkamnya Beijing tentang nasib Yang Hengjun telah menjadi titik gesekan dalam hubungan dengan Canberra.

Yang Hengjun awalnya berstatus tahanan rumah dengan pengawasan dan lokasi yang ditentukan. Namun, dia dipindahkan ke penahanan kriminal pada Agustus.

Meskipun tulisan-tulisan Yang Hengjun sebagian besar telah menghindari politik China, ia menjadi terkenal pada awal 2000-an ketika ia dijuluki sebagai "penjual demokrasi".
(mas)
Berita Terkait
Dinas Intelijen Gerebek...
Dinas Intelijen Gerebek Rumah Jurnalis China, Ini Kata Australia
Victoria-China Teken...
Victoria-China Teken Kerjasama, AS Ancam Putus Hubungan Intelijen dengan Australia
Latih Pilot China Mendaratkan...
Latih Pilot China Mendaratkan Pesawat di Kapal Induk, Mantan Marinir AS Dituduh Melakukan Aksi Spionase
China Marah atas Dokumen...
China Marah atas Dokumen Intelijen Lima Mata soal COVID-19
Mata-mata Five Eyes...
Mata-mata Five Eyes Tak Punya Bukti COVID-19 dari Laboratorium Wuhan
AS Tangkap 2 Polisi...
AS Tangkap 2 Polisi Rahasia China di New York
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
3 jam yang lalu
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
3 jam yang lalu
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
4 jam yang lalu
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
5 jam yang lalu
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
6 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved