Turki dan Rusia Sepakat Pindahkan Kurdi, Gelar Patroli Gabungan
Rabu, 23 Oktober 2019 - 06:02 WIB
Turki dan Rusia Sepakat Pindahkan Kurdi, Gelar Patroli Gabungan
A
A
A
SOCHI - Turki dan Rusia sepakat memindahkan milisi YPG Kurdi Suriah ke wilayah lebih dari 30 km dari perbatasan Turki. Setelah itu, pasukan Turki dan Suriah akan menggelar patroli gabungan di zona aman di Suriah utara.
Mulai Rabu (23/10) siang, polisi militer Rusia dan penjaga perbatasan Suriah akan memfasilitasi pemindahan anggota dan persenjataan YPG ke wilayah di luar zona aman. Misi ini akan dilakukan dalam waktu sekitar enam hari, menurut kesepakatan tersebut.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov memuji kesepakatan itu sebagai salah satu yang akan menghentikan pertumpahan darah di wilayah itu. Adapun Presiden Turki Tayyip Erdogan menyatakan Turki tidak memiliki desain tentang wilayah Suriah itu saat pihaknya terus mendesak YPG ke selatan.
YPG menjadi komponen utama Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang selama bertahun-tahun bekerja sama dengan pasukan Amerika Serikat (AS) memerangi militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). YPG juga akan meninggalkan kota Tel Rifaat dan Manbij dengan kesepakatan yang dibuat oleh Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin di resor Sochi, Laut Hitam Rusia.
"Tujuan utama operasi ini untuk mengusir organisasi teror PKK/YPG dari wilayah itu dan memfasilitasi kembalinya para pengungsi Suriah," ungkap Erdogan saat konferensi pers bersama Putin, dilansir Reuters.
Turki menganggap YPG sebagai teroris karena terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang melancarkan pemberontakan di Turki tenggara. "Operasi ini juga menjamin integritas wilayah dan kesautan politik Suriah. Kami tak pernah memiliki minat pada tanah dan kedaulatan Suriah," kata Erdogan.
Pasukan Turki dan Rusia juga akan menggelar patroli gabungan di Suriah utara dalam radius 10 km dari perbatasan Turki. Turki dan Rusia akan bekerja sama untuk memulangkan pengungsi Suriah di Turki.
Mulai Rabu (23/10) siang, polisi militer Rusia dan penjaga perbatasan Suriah akan memfasilitasi pemindahan anggota dan persenjataan YPG ke wilayah di luar zona aman. Misi ini akan dilakukan dalam waktu sekitar enam hari, menurut kesepakatan tersebut.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov memuji kesepakatan itu sebagai salah satu yang akan menghentikan pertumpahan darah di wilayah itu. Adapun Presiden Turki Tayyip Erdogan menyatakan Turki tidak memiliki desain tentang wilayah Suriah itu saat pihaknya terus mendesak YPG ke selatan.
YPG menjadi komponen utama Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang selama bertahun-tahun bekerja sama dengan pasukan Amerika Serikat (AS) memerangi militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). YPG juga akan meninggalkan kota Tel Rifaat dan Manbij dengan kesepakatan yang dibuat oleh Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin di resor Sochi, Laut Hitam Rusia.
"Tujuan utama operasi ini untuk mengusir organisasi teror PKK/YPG dari wilayah itu dan memfasilitasi kembalinya para pengungsi Suriah," ungkap Erdogan saat konferensi pers bersama Putin, dilansir Reuters.
Turki menganggap YPG sebagai teroris karena terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang melancarkan pemberontakan di Turki tenggara. "Operasi ini juga menjamin integritas wilayah dan kesautan politik Suriah. Kami tak pernah memiliki minat pada tanah dan kedaulatan Suriah," kata Erdogan.
Pasukan Turki dan Rusia juga akan menggelar patroli gabungan di Suriah utara dalam radius 10 km dari perbatasan Turki. Turki dan Rusia akan bekerja sama untuk memulangkan pengungsi Suriah di Turki.
(sfn)