Kadyrov: Tiket ke Kuburan bagi Militan ISIS jika Pulang dari Suriah

Selasa, 22 Oktober 2019 - 18:53 WIB
Kadyrov: Tiket ke Kuburan...
Kadyrov: Tiket ke Kuburan bagi Militan ISIS jika Pulang dari Suriah
A A A
GROZNY - Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov melontarkan ancaman mengerikan bagi para militan kelompok Islamic State atau ISIS di Suriah jika pulang ke wilayah otonom Rusia tersebut. Pihaknya mengaku telah melatih unit militer khusus yang akan memberikan "tiket ke kuburan" kepada para militan teroris tersebut.

Kadyrov merupakan pemimpin Muslim di Chechnya—wilayah Kaukasus Utara Rusia—yang juga sekutu dekat Presiden Vladimir Putin.

Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengatakan operasi militer Turki di Suriah timur laut telah menyebabkan pasukan Kurdi meninggalkan selusin penjara tempat para militan ISIS ditahan. Pasukan Kurdi selama ini juga menjaga delapan kamp berisi anggota keluarga ISIS.

Shoigu menyatakan keprihatinannya atas invasi Ankara. "Ini dapat menyebabkan gelombang migrasi balik teroris ke tanah air mereka," katanya.

Kadyrov mengakui beberapa militan ISIS berasal dari Chechnya dan wilayah lain di Rusia selatan. Namun, dia mengatakan bahwa para militan tersebut harus berpikir dua kali untuk kembali.

“Chechnya siap memastikan keamanan di wilayah kami. Kami telah menyiapkan unit-unit khusus untuk melakukannya," katanya kepada Channel 1 di Rusia. "Kami tidak seperti dulu di tahun 1990-an," ujarnya merujuk pada pemberontakan besar-besaran kelompok radikal yang mencatut nama Islam di Chechnya.

"Kami dengan senang hati menerima (militan ISIS), tetapi tidak jelas apakah mereka akan mendapatkan tiket ke teater atau kuburan," ujarnya.

Menurutnya, ISIS bukanlah kelompok yang memperjuangkan agama. "Setan dari ISIS bukan fanatik agama yang berusaha membangun kekhalifahan mereka sendiri," kata Kadyrov."Tetapi hanya tentara bayaran, yang dilatih tentang uang dari dinas rahasia Barat, yang tugasnya mengikuti perintah," paparnya.

Pemimpin Chechnya itu meyaini akan ada upaya untuk menggunakan teroris yang melarikan diri dari penjara di Suriah utara untuk melawan Rusia.

"Tujuan Amerika Serikat (AS), Eropa—Barat—adalah untuk menghancurkan negara berdaulat kita. Mereka mencoba melakukannya melalui Chechnya; melalui Ossetia; melalui Georgia; melalui Ukraina, tetapi mereka tidak akan pernah berhasil," ujarnya, seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (22/10/2019).
(mas)
Berita Terkait
ISIS Serbu Penjara Kurdi...
ISIS Serbu Penjara Kurdi Suriah, 25 Tewas
Erdogan Peringatkan...
Erdogan Peringatkan Operasi Baru di Suriah Jika Milisi Kurdi Tak Pergi
Turki Setuju Tarik Pasukan...
Turki Setuju Tarik Pasukan dari Suriah Jika Damaskus Ambil Langkah Politik
Erdogan: Turki akan...
Erdogan: Turki akan Luncurkan Operasi Anti-Teroris di Suriah
AS Dukung Operasi Militer...
AS Dukung Operasi Militer Turki di Suriah Meski Persulit Kurdi
Turki Serang 89 Target...
Turki Serang 89 Target di Suriah, Rusia Desak Ankara Menahan Diri
Berita Terkini
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
1 jam yang lalu
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
2 jam yang lalu
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
3 jam yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
4 jam yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
7 jam yang lalu
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
8 jam yang lalu
Infografis
Peralatan Militer dari...
Peralatan Militer dari Berbagai Pangkalan AS Dikirim ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved