Erdogan: Serangan ke Suriah Berlanjut Jika Gencatan Senjata Gagal
Jum'at, 18 Oktober 2019 - 20:25 WIB
Erdogan: Serangan ke Suriah Berlanjut Jika Gencatan Senjata Gagal
A
A
A
ISTANBUL - Presiden Turki Tayyip Erdogan menegaskan negaranya akan melanjutkan serangan ke Suriah timurlaut lebih cepat dibandingkan sebelumnya jika gencatan senjata tidak diterapkan sepenuhnya.Dalam kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS), Turki menghentikan operasi militer dan mengizinkan penarikan pasukan Kurdi dari zona aman.
Erdogan juga menyatakan pada para jurnalis bahkan bukan masalah bagi Turki jika pasukan pemerintah Suriah yang didukung Rusia masuk wilayah yang bersih dari milisi YPG Kurdi Suriah. Dia menambahkan, Turki tidak bertujuan tinggal di wilayah yang dikontrolnya di Suriah utara.
Dia juga menyatakan telah menginformasikan pada Presiden AS Donald Trump tentang serangan itu saat perbincangan melalui telepon pada 6 Oktober, tiga hari sebelum operasi militer dimulai. "Apa yang diperlukan akan dilakukan saat waktunya tepat," ungkap Erdogan menanggapi surat dari Trump yang meminta Erdogan agar tidak menjadi bodoh.
Gedung Putih juga berkomentar tentang gencatan senjata itu. "Menerapkan gencatan senjata akan memerlukan waktu," kata juru bicara Gedung Putih Stephanie Grisham pada Fox News.
Ditanya tentang masih berlanjutnya pertempuran di wilayah itu walaupun ada kesepakatan gencatan senjata, Grisham menyatakan delegasi AS sukses dalam gencatan senjata tapi itu memerlukan waktu. Dia juga menjelaskan tidak membahas operasi di lapangan.
Gencatan senjata dilakukan untuk memberi waktu pada milisi Kurdi meninggalkan zona aman yang menjadi target serangan pasukan Turki.
Erdogan juga menyatakan pada para jurnalis bahkan bukan masalah bagi Turki jika pasukan pemerintah Suriah yang didukung Rusia masuk wilayah yang bersih dari milisi YPG Kurdi Suriah. Dia menambahkan, Turki tidak bertujuan tinggal di wilayah yang dikontrolnya di Suriah utara.
Dia juga menyatakan telah menginformasikan pada Presiden AS Donald Trump tentang serangan itu saat perbincangan melalui telepon pada 6 Oktober, tiga hari sebelum operasi militer dimulai. "Apa yang diperlukan akan dilakukan saat waktunya tepat," ungkap Erdogan menanggapi surat dari Trump yang meminta Erdogan agar tidak menjadi bodoh.
Gedung Putih juga berkomentar tentang gencatan senjata itu. "Menerapkan gencatan senjata akan memerlukan waktu," kata juru bicara Gedung Putih Stephanie Grisham pada Fox News.
Ditanya tentang masih berlanjutnya pertempuran di wilayah itu walaupun ada kesepakatan gencatan senjata, Grisham menyatakan delegasi AS sukses dalam gencatan senjata tapi itu memerlukan waktu. Dia juga menjelaskan tidak membahas operasi di lapangan.
Gencatan senjata dilakukan untuk memberi waktu pada milisi Kurdi meninggalkan zona aman yang menjadi target serangan pasukan Turki.
(sfn)